Wakil Ketua Komisi VIII DPR Ace Hasan Syadzily. Medcom.id/Whisnu Mardiansyah
Wakil Ketua Komisi VIII DPR Ace Hasan Syadzily. Medcom.id/Whisnu Mardiansyah

Komisi VIII Sebut RUU PKS Bukan Usulan Utama Prolegnas Prioritas 2020

Nasional antikekerasan seksual
Anggi Tondi Martaon • 02 Juli 2020 04:34
Jakarta: Komisi VIII DPR menyebut Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PSK) bukan usulan utama yang diajukan masuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas 2020. RUU PKS merupakan pilihan ketiga yang diajukan ke Badan Legislasi Nasional (Baleg).
 
Wakil Ketua Komisi VIII DPR Ace Hasan Syadzily mengatakan Komisi VIII mengusulkan tiga RUU dalam penyusunan Prolegnas Prioritas 2020. Yakni RUU Penanggulangan Bencana sebagai pilihan pertama, RUU Kesejahteraan Lanjut Usia sebagai pilihan kedua kedua, dan RUU PKS sebagai pilihan ketiga.
 
"Keluar dari Baleg kok yang muncul RUU PKS dan RUU Penanggulangan Bencana," kata Ace di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 1 Juli 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Politikus Partai Golkar itu mengungkapkan Komisi VIII sempat memprotes keputusan tersebut. Sebab, RUU Kesejahteraan Lanjut Usia tidak masuk dalam Prolegnas Prioritas 2020. Padahal, aturan tersebut merupakan pilihan kedua yang diajukan Komisi VIII.
 
"Kami menyampaikan yang menjadi prioritas kami dua RUU ini (RUU Penanggulangan Bencana dan RUU Kesejahteraan Lanjut Usia)," ungkap dia.
 
Seiring berjalan waktu, kata Ace, Komisi VIII mendapatkan kabar bahwa Baleg mau mengambil alih pembahasan RUU PKS. Komisi VIII mendukung keputusan tersebut.
 
"Biar nanti kami lebih fokus pada RUU Penanggulangan Bencana dan RUU Kesejahteraan Lanjut Usia," ujar dia.
 
Baca: Komisi VIII Usulkan RUU PKS Ditarik Dari Prolegnas Prioritas
 
Menurut dia, pembahasan di Baleg tepat lantaran bersifat lintas komisi. Sebab, RUU PKS tidak hanya menyinggung perempuan dan anak.
 
"Tapi juga misal pidana, penindakan dan itu kaitannya pada proses hukum," ujar dia.
 
(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif