Ilustrasi: Medcom.id
Ilustrasi: Medcom.id

AHY Tolak Ambang Batas Parlemen Naik

Nasional pemilu revisi uu pemilu
Anggi Tondi Martaon • 15 Maret 2020 20:02
Jakarta: Partai Demokrat tak menolak penaikan ambang batas parlemen (parlementary treshold). Langkah itu dianggap sebagai upaya mengeliminasi partai politik (parpol).
 
"Kita harus punya tekad berupaya agar tetap diberikan ruang kepada parpol untuk tetap mengabdi negeri ini," kata Ketua Umum (Ketum) Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Minggu, 15 Maret 2020.
 
Menurut dia, penaikan ambang batas parlemen di Undang-Undang Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilihan Umum (UU Pemilu) tidak sesuai dengan semangat demokrasi. Kemajemukan harus tetap dijaga, terutama di parlemen.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Dan itu semua harus diwadahi, diakomodasi baik dalam parpol mau pun dalam organisasi nonparpol yang ada," ungkap dia.
 
Ketum baru suksesor Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu menegaskan partai besar tidak boleh semena-mena. Keberadaan partai kecil juga harus diperhatikan.
 
"Kalau yang menang atau yang kuat mengambil semua mengeliminasi yang lemah yang kecil, rasanya ini kurang berkeadilan," sebut dia.
 
AHY Tolak Ambang Batas Parlemen Naik
Ketum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Foto: MI/Palce
 
Baca: PPP Kukuh Ambang Batas Parlemen Tak Perlu Dinaikkan
 
Untuk itu, Demokrat bakal memperjuangkan agar ambang batas parlemen tidak naik. Setiap partai dianggap memiliki hak agar bisa berada di parlemen.
 
"Hak kita untuk tetap eksis, hak kita untuk tetap berkompetisi secara sehat dalam alam demokrasi ini, hak kita untuk tetap berjuang, hak kita untuk mengabdi kepada masyarakat. Jangan sampai kita kehilangan hak itu," ujar dia.
 
(OGI)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif