Anggota Komisi VI DPR Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) saat kunjungan reses di Magetan, Jawa Timur. Foto: istimewa.
Anggota Komisi VI DPR Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) saat kunjungan reses di Magetan, Jawa Timur. Foto: istimewa.

Pemerintah Diminta Mengatasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi untuk Petani Tebu

Nasional pupuk pupuk subsidi
Arga sumantri • 24 April 2022 10:51
Jakarta: Anggota Komisi VI DPR Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) meminta pemerintah mengatasi masalah kelangkaan pupuk bersubsidi untuk petani tebu. Ia mendapat keluhan dari sejumlah petani tebu saat kunjungan reses di Desa Bendo, Magetan, Jawa Timur, terkait mahalnya harga pupuk nonsubsidi, dan terbatasnya pupuk bersubsidi.
 
"Ini harus menjadi perhatian pemerintah," ujar Ibas melalui keterangan tertulis, Minggu, 24 April 2022.
 
Ibas mengatakan keluhan itu senada dengan aspirasi Dewan Pimpinan Nasional Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (DPN APTRI). Melalui pernyataan resminya, APTRI menolak rencana pencabutan subsidi pupuk jenis ZA, karena sangat dibutuhkan petani tebu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Jangan sampai tidak cocok, harga jual-harga produksi akhirnya rugi. Karena harga produksi tinggi tapi harga jual tidak terlalu baik, akhirnya tidak ada yang mau menanam tebu. Itulah yang tidak kita inginkan, kita ingin mendorong agar petani tebu tetap sejahtera, dompetnya terisi," ucap Ibas.
 
Baca: Antisipasi Kemacetan, Pemerintah Diminta Perhatikan Pasar Kaget di Jalur Mudik
 
Ketua Fraksi Demokrat itu meminta pemerintah mengkaji kembali harga pokok pembelian (HPP) dan harga eceran tertinggi (HET) gula. Termasuk, mengkaji ulang rencana pencabutan subsidi pupuk ZA petani tebu.
 
"Selain itu, mekanisme perdagangan gula rafinasi dan gula impor di Indonesia juga harus dibenahi, salah satunya dengan membeli gula tani," 
 
Ibas menilai hasil tebu maupun turunannya bisa berguna untuk masyarakat. Pada ramadan misalnya, pohon tebu bisa diolah menjadi aneka minuman yang manis dan menyegarkan. Hasil turunan tebu juga bisa menjadi gula.
 
"Saya pikir usaha UMKM di bidang kulineri di mana pun berada, para pedagang kecil, warung-warung makanan, bahkan restoran-restoran pasti membutuhkan gula dari hasil tebu," kata Ibas.
 
Selain soal tebu, Ibas juga mendapat keluhan terkait mahalnya harga minyak goreng. Di sisi lain, HPP dan HET gula justru tidak mengalami kenaikan.
 
Ibas turut menyalurkan 500 paket sembako untuk petani tebu dan warga sekitar, serta pupuk, dan alat semprot hama. Ia berharap bantuan tersebut bisa digunakan sebaik-baiknya.
 
(AGA)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif