Anggota dewan pakar Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Fuad Bawazier. Foto: Medcom.id/Whisnu Mardiansyah.
Anggota dewan pakar Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Fuad Bawazier. Foto: Medcom.id/Whisnu Mardiansyah.

BPN Prabowo-Sandi Akui Penerimaan Negara Melebihi Target

Nasional penerimaan negara bukan pajak Prabowo-Sandi
Whisnu Mardiansyah • 19 Desember 2018 20:12
Jakarta: Anggota dewan pakar Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Fuad Bawazier mengakui penerimaan negara melebihi target. Capaian itu didorong dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).
 
"Yang naik melampaui target itu adalah PNBP. Itu karena kenaikan harga-harga komoditas," kata Fuad dalam diskusi Nestapa Ekonomi Indonesia di Posko Prabowo-Sandi, Jalan Sriwijaya I, Jakarta Selatan, Rabu, 19 Desember 2018.
 
Kenaikan harga komoditas global berimbas pada penerimaan negara, salah satunya batu bara yang merupakan komoditas unggulan RI. Menurut Fuad, kondisi tersebut membuat pemerintah tak perlu kerja ekstra.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kalau dari pendekatan effort adalah ada yang karena kerja keringat pemerintah atau yang memang sudah kita terima saja. Tetapi yang dari effort saya kira masih belum mencapai target, jadi PNPB-nya oke," tukas dia.
 
Baca juga: Strategi Pemerintah Buat Penerimaan Lampaui Target
 
Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati meyakini penerimaan negara tahun ini akan melampaui target dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Ini untuk pertama kalinya penerimaan negara melebihi target APBN.
 
Hingga akhir 2018, Sri Mulyani meyakini penerimaan negara menembus Rp1.936 triliun atau naik 18,2 persen dari tahun lalu. Jumlah tersebut lebih tinggi dari target APBN 2018 sebesar Rp1.894 triliun.
 

(HUS)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi