Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional MUI, Muhyiddin Junaidi. Foto: Medcom.id/Achmad Zulfikar Fazli..
Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional MUI, Muhyiddin Junaidi. Foto: Medcom.id/Achmad Zulfikar Fazli..

Indonesia akan Bangun Rumah Sakit di Tepi Barat

Nasional indonesia-palestina
Achmad Zulfikar Fazli • 25 Maret 2019 15:07
Jakarta: Indonesia akan membangun rumah sakit di Tepi Barat, Palestina. Tujuannya, untuk membantu masyarakat Palestina yang menjadi korban serangan tentara Israel.
 
Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional MUI, Muhyiddin Junaidi, menjelaskan jumlah penduduk di Tepi Barat ada sekitar 800 ribu orang. Terdiri dari 200 ribu bangsa Yahudi dan 600 ribu bangsa Arab.
 
Sayangnya, dari jumlah penduduk yang cukup besar itu, Tepi Barat belum punya rumah sakit. Khususnya, untuk menangani trauma para korban konflik.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Mereka kalau mengobati orang yang terkenal trauma itu keluar," kata Mahyiddin di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Senin, 25 Maret 2019.
 
Karena itu, MUI dan beberapa filantropi berencana membangun rumah sakit. Di antaranya, Lembaga Zakat, Infak dan Sadaqah (Lazis) Muhammadiyah, Lazis Nahdlatul Ulama, Dompet Duafa, Baznas, serta Al Azhar.
 
Jumlah lahan yang akan digunakan tidak besar, hanya 4.000 meter persegi. Lahan tersebut berasal dari hibah warga kepada Pemerintah Kota Hebron, Tepi Barat. Pemerintah Hebron menyerahkannya kepada MUI untuk membantu membangunkan rumah sakit.
 
Baca: Memperkuat Keberadaan Rumah Sakit Indonesia di Gaza
 
Rumah sakit ini akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas, antara lain untuk penanganan traumatik. Dana yang dibutuhkan sebesar USD7 juta.
 
"Nah sebagian besar kita yang akan mendanai," ucap dia.
 
Pimpinan MUI dan Filantropi akan meletakan batu pertama pembangunan rumah sakit ini pada 24 April 2019.
 
Mahyiddin menyebut Wakil Presiden Jusuf Kalla menyambut baik rencana pembangunan rumah sakit ini. Karena ini untuk membantu bangsa Arab di Tepi Barat dalam mengakses layanan kesehatan. Apalagi, Israel sudah menutup akses rumah sakit di wilayah permukiman bangsa Israel di Hebron.
 
"Nah ini sangat memprihatinkan, mudah-mudahan Indonesia bisa meringankan beban Palestina, karena mereka sudah mengalami penyiksaan, penderitaan dan tindak kekerasan sejak 1948 sampai sekarang," jelas dia.
 
JK, lanjut dia, berpesan agar pembangunan rumah sakit bisa berjalan baik. Misi kemanusiaan ini dinilai sangat mulia dan akan terus dilanjutkan di masa mendatang.
 
Pihaknya juga akan memanfaatkan fasilitas dari pemerintah Indonesia dalam pembangunan rumah sakit ini. JK bahkan menjanjikan bantuan dana.
 
Namun, Mahyiddin menegaskan pembangunan rumah sakit bernama 'Indonesia Hebron Tepi Barat' itu tidak membawa nama pemerintah, tapi umat Islam di Indonesia.
 
"Proyek kemanusiaan bukan atas nama pemerintah, tetapi atas nama bangsa dan umat Islam Indonesia. hanya pemerintah itu memberikan endorsement," ujar dia.
 

(FZN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif