Memperkuat Keberadaan Rumah Sakit Indonesia di Gaza
Rumah Sakit Indonesia di Gaza akan ditambah kapasitasnya untuk merawat pasien (Foto: Metro TV).
Jakarta: Keberadaan Rumah Sakit Indonesia di Gaza, Palestina yang pembangunannya berasal dari masyarakat Indonesia menjadi tumpuan warga setempat. MER-C, sadar keberadaan bangunan rumah sakit itu harus diperluas.
 
(Baca: MER-C Berencana Tambah Lantai RS Indonesia di Jalur Gaza).
 
Perluasan rumah sakit dan penguatan fungsinya membutuhkan dana yang tidak sedikit. Ini yang membuat MER-C dan Media Group menandatangani nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) untuk menggalang dana perluasan rumah sakit di utara Gaza itu.
 
Bagi Presidium Mer-c Dr. Joserizal Jurnalis, kondisi di Palestina mendorong banyak pihak untuk memberikan bantuan.  "Kita diberikan kelapangan hidup ada suatu rahmat bagi kita, itu tidak pantas kalau nikmati sendiri. Banyak orang yang menderita di luar sana. Bukan hanya negara kita, tetapi di luar negara kita," ungkap Joserizal dalam program Newsline Metro TV, Jumat 4 Mei 2018.
 
"Sifat kita untuk menolong itu adalah the most neglected (yang sangat terabaikan) dan the most vulnarable (yang sangat rapuh). Kita menganggap Palestina ini adalah (golongan) yang the most neglected dan the most vulnarable," jelasnya.
 
"Oleh sebab itu kita punya komitmen yang tinggi terhadap Palestina, seperti juga seperti negara-negara lain seperti Myanmar, Somalia, Sudan, Lebanon selatan, Irak. Tapi palestina lain. (penderitaan Palestina) ini perjalanannya panjang dan diokupasi dan menarik lagi adalah pengusiran warga, kemudian isolasi, isolasi ini adalah Gaza," imbuh Joserizal.
 
Kerja sama MER-C dan Media Group yang membawahi Metro TV, Medcom.id dan Media Indonesia ini diresmikan dalam penandatanganan  Memorandum Kesepahaman dengan Media Group di kantor Metro TV, Kedoya, Jakarta Barat, Rabu 2 Mei 2018.
 
Penandatanganan dilakukan Ketua Yayasan Media Group Ali Sadikin dengan Joserizal, yang disaksikan Direktur Utama Metro TV Suryopratomo.
 
Suryopratomo sendiri menilai bahwa rakyat Indonesia sangat peduli terhadap sesama. Bantuan terhadap Palestina juga sudah masuk dalam konstitusi Indonesia.
 
"Perjuangan untuk membantu kemerdekaan Palestina, secara political sudah dilakukan negara. Tetapi yang tidak kalah pentingnya adalah bagaimana kehidupan masyarakatnya secara sosial," sebut Suryopratomo.
 
Jurnalis senior Metro TV itu menambahkan bahwa menarik kalau bisa tanyakan seperti apa kehidupan di Gaza."Kita pantas beruntung di Indonesia itu relatif jauh lebih enak dibandingkan di daerah konflik di Rohingya, Suriah, kemudian di Irak. Palestina lebih menderita lagi," pungkasnya.
 
"Mereka (warga Palestina) ini dengan segala macam kekurangannya diisolasi, sulit untuk keluar dari daerahnya. Ketika mereka menderita dari kekerasan itu, bagaimana merkea kemudian harus mengobati diri. ini yang dilakukan oleh Media Group sebetulnya tidak ada apa-apanya yang dilakukan oleh Dr. Joserizal dan teman-teman MER-C. Mereka sudah ada di sana, bahkan membangun rumah sakit itu sejak 2011," tegasnya.
 
Patut diperhatikan saat ini adalah Rumah Sakit Indonesia di Gaza sudah berdiri dua lantai dan beroperasi hampir enam tahun. Kini rumah sakit itu menjadi rujukan bagi warga Gaza untuk berobat dan ibaratnya semua orang yang ada di wilayah utara jalur Gaza bertumpu harapannya kepada rumah sakit ini.
 
Namun kondisi Rumah Sakit Indonesia sangat diperlukan penambahan. Saat ini tidak ada lagi ruang yang cukup bagi pasien. MER-C pun bermaksud untuk menambah lantai bangunan rumah sakit hingga dua lantai lagi. Diharapkan pula nantinya bila dana terkumpul dan perluasan rumah sakit terwujud, akan ada 300 kamar yang bisa menampung pasien.
 
"Sekali lagi, mereka yang di sana sangat membutuhkan. Metro TV dan Media Group terpanggil bersama dengan teman-teman MER-C ingin menggugah kesadaran masyarakat kita, bahwa kita perlu berbagi perlu membantu, terutama mereka yang sangat menderita ini. Ini terlepas persoalan politiknya, ini lebih persoalan kemanusiaan bagaimana menyelamtkan merkea yang menjadi korban kekerasan itu," ucap Suryopratomo.
 
(Baca: RS Indonesia di Gaza Harapan Seluruh Warga Palestina).
 
Sebelumnya Joserizal mengatakan sumbangan dari masyarakat Indonesia untuk Palestina beragam, mulai dari Rp5 ribu hingga belasan juta rupiah. Meski terlihat kecil, dana sumbangan ini terus terkumpul hingga dapat dijadikan modal membangun dan mengembangkan sebuah rumah sakit.
 
Adapu ndonasi untuk pembangunan Rumah Sakit Indonesia tahap kedua di Gaza, Palestina, bisa melalui rekening yang dibentuk atas nama Yayasan Media Group. Nomor rekening itu antara lain:
 
Bank Syariah Mandiri 733-332-2212
BCA 309-700-8003
Bank Mandiri 117-0000-77-99-00



 
 



(FJR)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id