Ketua DPR Definitif Dilantik 9 Januari 2018

Ilham wibowo 04 Januari 2018 09:09 WIB
dprpengganti setya novanto
Ketua DPR Definitif Dilantik 9 Januari 2018
Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah--Antara/Hafidz Mubarak
Jakarta: Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mengatakan, hingga saat ini pimpinan DPR belum menerima rekomendasi resmi calon ketua DPR yang diserahkan Fraksi Partai Golkar. Meski demikian, Fahri mengaku siap menyambut kehadiran sosok pengganti Setya Novanto itu.

"Kalau pimpinan DPR sederhana, begitu surat (rekomendasi calon ketua DPR) masuk  tentu kita akan proses," kata Fahri di Kompleks, Parlemen Senayan Jakarta, Rabu, 3 Januari 2018.

Fahri meyakini DPP Partai Golkar di bawah kepemimpinan ketua umum Airlangga Hartarto tengah menyiapkan kader terbaik. Pimpinan DPR, kata Fahri, pun telah menyiapkan rencana agenda pelantikan.


"Kami harus merencanakan pelantikan, itu tanggal  9 Januari 2018. Begitu surat masuk kita lantik dulu, ya bila perlu ketua DPR berpidato dulu, setelah itu kalau mau inisiatif lain ya silahkan," ujar Fahri.

Fahri menuturkan, proses pelantikan ketua DPR ini sedianya akan dilakukan setelah masa reses berakhir di tanggal 8 Januari 2018 mendatang. "Begitu saja, pikiran sementara. Bayangan saya lengkapi dulu, sekarang ini masih Plt ketua DPR," ucapnya.

Baca: Calon Ketua DPR Pilihan Golkar Belum Mengerucut

Sebelumnya, Partai Golkar belum memastikan siapa kader yang akan dipilih untuk menjabat ketua DPR. Pengurus partai disebut masih mengjkaji kandidat yang berniat mencalonkan diri.

"Saya kira hanya menunggu Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto, bagaimana jadwal terbaik (memilih Ketua DPR)," kata Ketua DPP Partai Golkar Rambe Kamarul Zaman kepada Medcom.id, Selasa, 2 Januari 2018.



Rambe memastikan, DPP Golkar tak terpaku dengan tiga nama kader Golkar yang disebut tengah bersaing seperti Bambang Soesatyo, Aziz Syamsuddin dan Agus Gumiwang. Seluruh kader yang berminat, kata Rambe, perlu memenuhi  sejumlah syarat untuk dipertimbangkan.

"Bisa saja lebih dari tiga orang diajukan. Bagaimana kriterianya dan apa kriterianya, itu dulu yang harus dipertimbangkan," tutur Rambe.



(YDH)