Presiden Prancis Emmanuel Macron. Foto: AFP
Presiden Prancis Emmanuel Macron. Foto: AFP

Desakan Boikot Produk Prancis Dinilai Tidak Tepat

Nasional prancis Kartun Nabi Muhammad Emmanuel Macron
Anggi Tondi Martaon • 07 November 2020 23:08
Jakarta: Sejumlah pihak mengusulkan pemerintah mengambil beberapa tindakan sebagai bentuk protes terhadap Presiden Prancis Emmanuel Macron yang dinilai menghina Islam. Namun, usulan yang disampaikan dinilai tidak tepat.
 
Usulan pertama yaitu memboikot produk Prancis. Usulan ini justru dinilai merugikan Indonesia. Pasalnya, impor barang Prancis ke Indonesia lebih mendominasi daripada ekpor Indonesia ke Prancis.
 
"Malah menjadi blunder. Belum lagi banyak masyarakat Indonesia bekerja di situ. Maka tidak akan efektif," kata pengamat hukum internasional Hikmahanto Juwana dalam program Newsmaker Medcom.id, Sabtu, 7 November 2020. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Tiga Remaja Didakwa dalam Kasus Pemenggalan Guru Prancis
 
Usulan kedua yang banyak mengemuka yakni menyeret Macron ke peradilan internasional. Rektor Universitas Jenderal Ahmad Yani menyampaikan tidak ada lembaga peradilan internasional yang cocok dengan polemik pernyataan Macron.
 
International Court of Justice (ICG), contoh dia, hanya menangani sengketa antarnegara. Namun, pernyataan Macron bukan bentuk sengketa antarnegara. Sementara itu, International Criminal Court (ICC) hanya menangani pelaku kejahatan genosida, kejahatan perang atau agresi. 
 
"Menurut saya enggak bisa dibawa ke pengadilan internasional," ungkap dia.
 
Terakhir, ada beberapa pihak meminta pemerintah memutuskan hubungan diplomatik dengan Prancis. Usulan ini dianggap tidak tepat karena Prancis tidak mengalami masalah dengan Indonesia. Permasalahan ini lebih kepada Macron dengan umat Islam.
 
"Masa negara lain tidak melakukan pemutusan masa kita melakukan pemutusan. Menurut saya itu tidak pas," sebut dia.
 
Selain itu, tidak ada jaminan pemutusan hubungan ini membuat Macron mengubah sikapnya. Hal itu dipercaya tidak akan membuat Macron meminta maaf karena menyudutkan Islam dalam kasus pembunuhan guru imbas menunjukkan karikatur Nabi Muhammad SAW. 
 
(OGI)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif