Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

Menteri PPPA: RUU PKS Sangat Urgen

Nasional antikekerasan seksual
Media Indonesia.com • 16 Juli 2020 09:42
Jakarta: Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga mengajak masyarakat turut mendukung pengesahan Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS). Baru-baru ini RUU PKS dikeluarkan dari daftar Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas 2020, padahal jumlah kasus kekerasan seksual semakin meningkat.
 
“Saya ingin mengajak semuanya termasuk para akademisi, mari bersama kita kawal pengesahan RUU PKS. Mari berikan pengetahuan kepada seluruh masyarakat betapa RUU PKS ini sangat urgen, sangat dibutuhkan, dan harus segera disahkan,” kata Bintang melalui keterangan tertulis, Kamis, 16 Juli 2020.
 
Bintang mengatakan payung hukum sangat dibutuhkan untuk melindungi para korban kekerasan. Terutama karena tingginya angka kasus terhadap perempuan dan anak.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Bintang menuturkan situasi kekerasan seksual tidak hanya dialami anak perempuan tapi juga anak laki-laki. Menurut dia, kondisi ini sudah pada tingkat memprihatinkan.
 
"Bahkan di masa pandemi covid-19 ini kita dibuat terkaget-kaget, betapa kekerasan seksual terus terjadi menimpa perempuan dan anak-anak. Ini menjadi alarm bagi kita semua, untuk bersatu melawan dan menghentikan kejahatan-kejahatan kemanusiaan seperti ini,” tuturnya.
 
Pemerintah, terang dia, sangat menaruh perhatian terhadap upaya penghapusan kekerasan terhadap perempuan dan anak, terutama kekerasan seksual. Sehingga, sejak beberapa tahun terakhir dihadirkan berbagai regulasi untuk melindungi perempuan dan anak dari kekerasan.
 
Bintang mengapresiasi para akademisi yang mau bergerak mengawal dan mendukung pengesahan RUU PKS. Dia percaya ketika perguruan tinggi atau kampus yang merupakan benteng moral sudah turun, masyarakat akan semakin paham betapa urgennya kehadiran RUU PKS.
 
Guru Besar Ilmu Sastra dan Gender Universitas Padjajaran Aquarini Priyatna mengatakan kekerasan seksual merupakan kekerasan terhadap kemanusiaan siapa pun korbannya, baik perempuan, laki-laki, anak-anak, maupun orang dewasa. Aquarini menjelaskan berdasarkan data yang dimilikinya, kekerasan seksual masih menempatkan perempuan sebagai korban yang dominan. Kekerasan seksual juga tidak mengenal umur, kelas, latar pendidikan, dan budaya.
 
"Angka statistik mengenai kekerasan seksual menunjukkan urgensi dan kedaruratan pelecehan seksual di Indonesia. Hukum dan seluruh struktur sosial budaya harus berpihak kepada korban, melindungi korban, memastikan pemulihan pada korban, dan memastikan kekerasan seksual tidak dinormalisasi pada berbagai kehidupan kita,” jelasnya.
 
Menurut dia, data yang ada sudah sangat jelas menunjukkan bahwa kekerasan seksual di Indonesia berada pada kondisi darurat yang menuntut agar segera ada langkah-langkah hukum, sosial, dan budaya untuk menanggapinya.
 
“Indonesia telah meratifikasi CEDAW (The Convention on the Elimination of All Forms of Discrimination against Women), sehingga tidak ada alasan untuk tidak mengesahkan RUU PKS oleh DPR. Akademisi bergerak bersama agar RUU PKS segera disahkan dan setop kekerasan seksual,” tegasnya.
 
Baca: NasDem Lobi-Lobi Agar RUU PKS Lanjut Lagi
 
Sementara itu, Ketua Pusat Penelitian dan Studi Gender Universitas Kristen Satya Wacana Arianti Ina Restiani Hunga mengajak masyarakat untuk bersama-sama, bersatu meruntuhkan semua batas-batas identitas, dan menyampingkan batas profesi untuk mendukung DPR dan pemerintah agar segera memprioritaskan pengesahan RUU PKS. Sebanyak 1.500 suara akademisi telah diperoleh untuk mendukung gerakan narasi akademisi mendukung pengesahan RUU PKS.
 
“Kami para akademisi siap mendukung dan berpartisipasi aktif sesuai kepakaran kami dalam membahas konsep-konsep atau aturan dalam RUU yang masih menjadi perdebatan, sehingga menemukan solusi dan pembahasan RUU PKS segera berlanjut,” ujarnya.
 
(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif