Presiden Joko Widodo. ANT/Sigid Kurniawan
Presiden Joko Widodo. ANT/Sigid Kurniawan

Jokowi Tak Ingin Perbaikan Ekonomi Abaikan Kesehatan

Nur Azizah • 25 Juni 2020 12:58
Jakarta: Presiden Joko Widodo menyebut ancaman krisis ekonomi global di tengah pandemi virus korona (covid-19) benar-benar nyata. Semua negara tengah merasakan kesusahan.
 
"Oleh sebab itu, dalam mengelola manajemen krisis ini rem dan gas ini harus betul-betul seimbang, tidak bisa kita gas di urusan ekonomi tetapi kesehatannya menjadi terabaikan," kata Jokowi di Surabaya, Jawa Timur, Kamis, 25 Juni 2020.
 
Jokowi menuturkan negara juga tidak bisa hanya konsentrasi penuh di urusan kesehatan. Ini bakal membuat ekonomi sangat terganggu.

Dia menuturkan berdasarkan prediksi International Monetary Fund (IMF) Tahun 2020, perekenomian Amerika Serikat mencapai -8 persen. Kemudian, perekonomian Jepang diprediksi -5,8 persen dan Inggris -10,2 persen.
 
(Baca: Jokowi Ingatkan Pemprov Jatim Tak Dadakan Terapkan New Normal)
 
"Prancis akan -12,5 persen, Italia akan -12,8 persen, Spanyol akan -12,8 persen, dan Jerman -7,5 persen," papar Jokowi.
 
Kepala Negara menyebut kondisi ini akan mengganggu permintaan (demand) masyarakat terhadap barang. Suplai barang juga akan terganggu.
 
Dia menuturkan ekonomi dunia berada di titik rendah. Kondisi ini lebih parah dibandingkan dengan krisis pada 1930.
 
"Inilah yang juga harus kita ketahui bersama bahwa kita dalam proses mengendalikan covid urusan kesehatan, tetapi kita juga memiliki masalah yang lain yaitu urusan ekonomi," tegas dia.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(REN)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>