Jakarta: Presiden Joko Widodo mengingatkan agar Pemprov Jawa Timur tak menerapkan kebijakan new normal atau kenormalan baru secara mendadak. Pemprov Jatim harus memulainya dengan prakondisi.
"Ada prakondisi untuk menuju ke sana, jangan tahu-tahu langsung dibuka tanpa sebuah prakondisi yang baik," kata Jokowi di Surabaya, Jawa Timur, Kamis, 25 Juni 2020.
Pemprov Jawa Timur harus mencari waktu yang tepat untuk menerapkan new normal. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa harus mencari kabupaten/kota yang siap menerapkan kenormalan baru.
"Kemudian, yang berkaitan prioritas sektor. Sektor mana dulu yang harus dibuka yang menjadi prioritas bukan langsung semuanya dibuka. Kita memang harus melalui tahapan-tahapan, sehingga tadi saya sampaikan gas dan remnya ini harus pas betul," ujar dia.
Mantan Gubernur DKI Jakarta ini menyampaikan sektor dengan risiko penyebaran covid-19 harus didahulukan. Ada sembilan sektor ekonomi yang sudah dalam tahap prakondisi, yaitu logistik, pertambangan, perminyakan, industri, konstruksi, perkebunan, pertanian dan peternakan, perikanan, serta transportasi barang.
"Sektor yang memiliki risiko sedang tentu saja dinomorduakan dan sektor yang memiliki sektor tinggi dinomortigakan atau dinomorempatkan dan seterusnya," imbuh Jokowi.
Baca: Jokowi Perintahkan Khofifah Tekan Pertumbuhan Covid-19 dalam 2 Pekan
Sebelumnya, Koordinator Konten Ekonomi Mohamad Ikhsan Modjo mengatakan dibukanya sembilan sektor ekonomi di masa new normal bukan saja penting bagi perekonomian Indonesia. Menurutnya, sembilan sektor ekonomi itu mampu menyelamatkan pekerja dari ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK).
"Pembukaan sembilan sektor bukan hanya penting dari sisi pembentukan Produk Domestik Bruto (PDB) sebenarnya, tapi juga kontribusinya kepada tenaga kerja," kata Ikhsan.
Di sektor industri misalnya, mampu menyerap 14,72 persen tenaga kerja. Lalu di sektor pertanian bisa menyerap sekitar 26,79 persen.
Adapun di sektor perdagangan bisa memperkerjakan sekitar 18,61 tenaga kerja. Lalu sektor konstruksi menyerap 6,69 persen tenaga kerja dan sektor pertambangan 1,17 persen tenaga kerja.
"Kemudian dari share PDB di kuartal I tahun 2020 kemarin itu mencakup hampir 19% di sektor industri dan 13% di sektor pertanian," jelas Ikhsan.
Sementara total pendapatan nasional Indonesia dari sembilan sektor ini mencapai lebih dari 65%. "Jadi, kalau kita balik ke masalah lapangan kerja, 50 juta angkatan kerja Indonesia, 70%-nya ada dan bekerja di sektor Ini," ungkap Ikhsan.
Jakarta: Presiden Joko Widodo mengingatkan agar Pemprov Jawa Timur tak menerapkan kebijakan new normal atau kenormalan baru secara mendadak. Pemprov Jatim harus memulainya dengan prakondisi.
"Ada prakondisi untuk menuju ke sana, jangan tahu-tahu langsung dibuka tanpa sebuah prakondisi yang baik," kata Jokowi di Surabaya, Jawa Timur, Kamis, 25 Juni 2020.
Pemprov Jawa Timur harus mencari waktu yang tepat untuk menerapkan new normal. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa harus mencari kabupaten/kota yang siap menerapkan kenormalan baru.
"Kemudian, yang berkaitan prioritas sektor. Sektor mana dulu yang harus dibuka yang menjadi prioritas bukan langsung semuanya dibuka. Kita memang harus melalui tahapan-tahapan, sehingga tadi saya sampaikan gas dan remnya ini harus pas betul," ujar dia.
Mantan Gubernur DKI Jakarta ini menyampaikan sektor dengan risiko penyebaran covid-19 harus didahulukan. Ada sembilan sektor ekonomi yang sudah dalam tahap prakondisi, yaitu logistik, pertambangan, perminyakan, industri, konstruksi, perkebunan, pertanian dan peternakan, perikanan, serta transportasi barang.
"Sektor yang memiliki risiko sedang tentu saja dinomorduakan dan sektor yang memiliki sektor tinggi dinomortigakan atau dinomorempatkan dan seterusnya," imbuh Jokowi.
Baca: Jokowi Perintahkan Khofifah Tekan Pertumbuhan Covid-19 dalam 2 Pekan
Sebelumnya, Koordinator Konten Ekonomi Mohamad Ikhsan Modjo mengatakan dibukanya sembilan sektor ekonomi di masa new normal bukan saja penting bagi perekonomian Indonesia. Menurutnya, sembilan sektor ekonomi itu mampu menyelamatkan pekerja dari ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK).
"Pembukaan sembilan sektor bukan hanya penting dari sisi pembentukan Produk Domestik Bruto (PDB) sebenarnya, tapi juga kontribusinya kepada tenaga kerja," kata Ikhsan.
Di sektor industri misalnya, mampu menyerap 14,72 persen tenaga kerja. Lalu di sektor pertanian bisa menyerap sekitar 26,79 persen.
Adapun di sektor perdagangan bisa memperkerjakan sekitar 18,61 tenaga kerja. Lalu sektor konstruksi menyerap 6,69 persen tenaga kerja dan sektor pertambangan 1,17 persen tenaga kerja.
"Kemudian dari share PDB di kuartal I tahun 2020 kemarin itu mencakup hampir 19% di sektor industri dan 13% di sektor pertanian," jelas Ikhsan.
Sementara total pendapatan nasional Indonesia dari sembilan sektor ini mencapai lebih dari 65%. "Jadi, kalau kita balik ke masalah lapangan kerja, 50 juta angkatan kerja Indonesia, 70%-nya ada dan bekerja di sektor Ini," ungkap Ikhsan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(AZF)