Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD. Istimewa
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD. Istimewa

Menko Polhukam Harap Pilkada 2020 Selesai Tanpa Covid-19

Nasional mahkamah konstitusi Virus Korona menkopolhukam Pemilu Serentak 2020
Anggi Tondi Martaon • 07 November 2020 14:33
Jakarta: Penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 tersisa sekitar empat pekan. Gelaran pesta demokrasi tingkat daerah itu berjalan dengan baik, aman, dan bebas dari penyebaran virus korona.
 
"Tanpa muncul klaster baru covid-19 dari tahapan-tahapan yang masih akan kita hadapi hingga 9 Desember mendatang," kata Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD dalam keterangan tertulis, Sabtu, 7 November 2020.
 
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) selalu waspada pandemi. Sebab, langkah-langkah yang telah dibuat belum terimplementasikan dengan baik.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Salah satunya, metode kampanye. Pasangan calon (paslon) lebih memilih kampanye tatap muka meski sudah diperkenankan menggunakan media virtual.
 
"Karena sejauh ini kampanye tatap muka secara terbatas yang paling digemari oleh paslon. Sementara kampanye secara daring jumlahnya sangat kecil," ungkap dia.
 
Baca: Debat Publik Pemilu Dikritik
 
Dia menyebutkan, fakta ini menjadi tantangan seluruh pihak terkait. Sebab, metode kampanye konvensional tersebut dianggap rawan penularan covid-19.
 
Dia pun meminta pimpinan daerah, KPU, dan Bawaslu meningkatkan koordinasi. Kegiatan kampanye dan tahapan pilkada yang tersisa satu bulan ini wajib taat protokol kesehatan.
 
Mahfud mengaku puas dengan kinerja pihak terkait selama penyelenggaraan Pilkada 2020. Menurut dia, belum ada laporan klaster baru covid-19 dari kegiatan tahapan Pilkada.
 
"Alhamdulillah, hingga menjelang empat minggu lagi ke pemungutan suara, proses Pilkada sejauh ini tidak menimbulkan klaster baru covid-19," ujar dia.
 
(SUR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif