SAPMA PP menggelar Rakernas dan Rapimnas di Sekretariat MPN PP, Pasar Minggu, Jakarta, pada 5-6 November 2021. Dok. Istimewa.
SAPMA PP menggelar Rakernas dan Rapimnas di Sekretariat MPN PP, Pasar Minggu, Jakarta, pada 5-6 November 2021. Dok. Istimewa.

Organisasi Kepemudaan Harus Kritis kepada Pemerintah

Achmad Zulfikar Fazli • 06 November 2021 12:06
Jakarta: Organisasi Satuan Siswa, Pelajar, dan Mahasiswa (SAPMA) Pemuda Pancasila (PP) diminta menjalankan fungsi controlling terhadap pemerintah. Organisasi kepemudaan harus kritisi program atau pelaksanaan pemerintah yang kurang baik dengan cara yang bijak.
 
"Karena kalau mahasiswa dan pelajar cuma diam-diam saja, berarti itu sudah masuk angin kan," ujar Ketua Umum SAPMA Pemuda Pancasila, Aulia Arief dalam keterangan tertulis, Sabtu, 6 November 2021.
 
Aulia mengatakan pihaknya memggelar Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) selama 2 hari. Tujuannya untuk saling memberikan evaluasi kinerja anggota dan pengurus yang sudah dilaksanakan selama 2 tahun.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kemudian, mengevaluasi program yang belum direalisasikan. Mereka juga akan mencari solusi atas kendala yang dialami, sehingga kegiatan sosial kemasyarakatan belum dilaksanakan.
 
"Perlunya kaderisasi yang berjalan secara berkesinambungan baik di pusat maupun di daerah, dan juga mendukung program-program yang dijalankan pemerintah," ujar dia.
 
Sementara itu, Ketua Umum Majelis Pimpinan Nasional (MPN) PP, Japto S. Soerjosoemarno, mengatakan SAPMA menggelar Rapimnas dan Rakernas untuk mengevaluasi permasalahan kinerjanya selama ini. Rakernas juga dilakukan untuk mencari solusi dalam hal kinerja, khususnya kegiatan sosial di masyarakat.
 
"Dan juga mencari cara penyelesaian-penyelesaian bagaimana mengatasi permasalahan permasalahan yang baik secara organisator organisasi maupun sapma sebagai mitra pemerintah khususnya sebagai OKP (Organisasi Kepemudaan)," ujar Japto di sela-sela Rakernas dan Rapimnas.
 
Baca: Kritik Muralis di Markas Polri
 
Dia pun angkat bicasa soal organisasi kepemudaan yang memberikan proposal kepada instansi dan perusahaan, bahkan melakukan pengancaman. Menurut Japto, hal itu dilakukan seluruh organisasi kepemudaan atau ormas yang ada di Indonesia.
 
"Kehidupan sekarang membuat orang menjadi ganas, seperti makan susah, hidup susah, sakit mahal, mati mahal, membuat orang banyak menjadi kriminal," tutur Japto.
 
Menurut dia, permasalahan tersebut, dan konflik antarormas di daerah juga tidak bisa hanya menyalahkan satu organisasi. Bahkan, dia menuding organisasi pemerintah lebih kejam dalam hal merampok.
 
"Jadi jangan hanya menyalahkan satu organisasi. Jangankan di PP, di pemerintahan saja ada kok, ada yang lebih jahat daripada perampok," tegas dia.
 
Rapimnas dan Rakernas SAPMA PP digelar di Sekretariat MPN PP, Pasar Minggu, Jakarta, pada 5-6 November 2021. Kegiatan itu diikuti 23 Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) seluruh Indonesia bersama pengurus pusat SAPMA Pemuda Pancasila (PP), dan ada pengurus wilayah yang menjadi peninjau saat pleno dimulai.
 
(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif