Salah satu mural di Bhayangkara Mural Festival 2021. Medcom.id/Kautsar Widya Prabowo
Salah satu mural di Bhayangkara Mural Festival 2021. Medcom.id/Kautsar Widya Prabowo

Kritik Muralis di Markas Polri

Kautsar Widya Prabowo • 31 Oktober 2021 08:07
Jakarta: Bhayangkara Mural Festival 2021 menjadi wadah para muralis mengkritik pemerintah, khususnya Polri. Lewat gambar, para peserta dipersilakan menyampaikan kritik pedas kepada Korps Bhayangkara.
 
Salah satu muralis asal Jakarta Selatan, Ferdiansyah mengangkat tema terkekangnya kebebasan berpendapat. Ia menjelaskan mural yang dibuat menceritakan seorang muralis hendak menggambar wajah orang menyerupai Presiden Joko Widodo (Jokowi).
 
Namun, saat gambar tersebut belum selesai. Muralis itu telah ditangkap.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Jadi ibarat kaya ini (gambar) belum selesai aja udah ditangkap dikira provokasi, sebenarnya padahal belum tau kita mau provokasi atau apa," ujar Ferdiansyah di Lapangan Bhayangkara, Jakarta Selatan, Sabtu, 30 Oktober 2021.
 
Ferdianysah mengaku sempat takut untuk mengakat tema tersebut. Sebab tema yang dipilih mengkiritik kinerja pihak penyelenggara, yaitu Polri.
 
"Takutnya gini sih, kayak ini kita kan dia yang ngadain lomba masa iya kita mengkritik mereka. Tapi setelah coba diberani-beraniin sih alhamdulillah aman-aman aja," ujar dia.
 
Baca: Polri Bakal Hiasi Tiang Jalan Layang TransJakarta dengan Mural
 
Namun, perasaan tersebut ia kubur dalam-dalam. Sebab, pihak penyelenggar justru memberikan karpet merah bagi muralis yang ingin mengkritik Korps Bhayangkara.
 
Ferdiansyah menilai lomba mural ini aji mumpung. Ia dapat mengeluarkan aspirasinya atas tindakan pihak berwajib yang sewenang-wenang terhadap muralis di sejumlah daerah.
 
"Ya udah kita bikin karya yang memang saya mau kritik ke arah sini. Mumpung dibolehin, daripada takutnnya kalau kita mengkritik ga ada ajangnya begini kan ngeri jadi masalah, jadi mendingan seperti ini," kata dia.
 
Ia berharap ajang ini dapat merubah pemikiran pemerintah dan Polri terhadap mural yang bersifat kritik. "Sudut pandang dari mereka harus disesuaikan dengan seniman," kata dia.
 
Sementara itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meminta peserta Bhayangkara Mural Festival 2021 tidak khawatir mengangkat tema mengkritik instansinya. Karya seni itu menjadi masukan bagi Koprs Bhayangkara.
 
"Kalau itu gambarnya (kritik) paling pedas, itu juga akan kami terima. Dan saya jamin yang berani menggambar seperti itu akan jadi sabahatnya Kapolri, jadi temannya Kapolri," ujar Listyo saat membuaka Bhayangkara Mural Festival 2021, di Lapangan Bhayangkara Mabes Polri, Jakarta Selatan.
 
Listyo memberikan aspirasi kepada peserta mural yang berani menyampaikan kritik kepada Polri. Menurut dia, hal tersebut menjadi gambaran seniman tak takut mengkritik dan berani tampil.
 
(JMS)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif