Pengamat politik dari Centre for Strategic and International Studies (CSIS), J Kristiadi, dalam diskusi virtual Crosscheck by Medcom.id bertajuk, 'Jokowi-Ma’ruf, di Luar Dipuji, di dalam Dicaci'. Dok. Tangkapan Layar.
Pengamat politik dari Centre for Strategic and International Studies (CSIS), J Kristiadi, dalam diskusi virtual Crosscheck by Medcom.id bertajuk, 'Jokowi-Ma’ruf, di Luar Dipuji, di dalam Dicaci'. Dok. Tangkapan Layar.

2 Tahun Pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Membawa Harapan

Nasional Virus Korona pandemi covid-19 Crosscheck Dua Tahun Jokowi-Maruf Dinasti Politik
Candra Yuri Nuralam • 24 Oktober 2021 21:34
Jakarta: Kinerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin dalam dua tahun memimpin Indonesia diapresiasi. Indonesia disebut menuju ke arah yang lebih baik.
 
“Indonesia dengan model seperti ini ada harapan,” kata pengamat politik dari Centre for Strategic and International Studies (CSIS), J Kristiadi, dalam diskusi virtual Crosscheck by Medcom.id bertajuk, 'Jokowi-Ma’ruf, di Luar Dipuji, di dalam Dicaci', Minggu, 24 Oktober 2021.
 
Kristiadi menilai Jokowi-Ma’ruf mampu bekerja dengan efektif di tengah pandemi covid-19. Apalagi, kekisruhan dan kekeruhan politik mewarnai perjalanan dua tahun mereka.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“(Jokowi-Ma’ruf) punya kemampuan mengelola dilema yang awalnya ketakutan pada pandemi sekarang mulai diredakan,” ujar dia.
 
Kristiadi mafhum ada goresan dalam pemerintahan Jokowi-Ma'ruf. Masyarakat sempat mempermasalahkan politik dinasti kala anak Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, menjadi Wali Kota Solo.
 
“Tapi tidak terdengar ada manipulasi dan memanfaatkan anak-anaknya,” papar dia.
 
Baca: Jokowi-Ma’ruf Dinilai Cakap Mengatasi Pilihan Dilematis di Tengah Pandemi
 
Menurut Kristiadi, bukti kinerja yang baik juga terlihat dari dorongan masyarakat agar Jokowi kembali maju di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Meskipun, secara hukum dia sudah tidak bisa lagi menjadi Presiden karena sudah dua periode.
 
Kristiadi berharap Jokowi tetap patuh perundang-undangan. Menurut dia, orang yang terlalu lama berkuasa justru cenderung merusak.
 
“Saya memberanikan diri untuk memberi nilai delapan sekarang ini. Tapi kalau kembali maju, turun jadi nol,” tutur dia.
 
(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif