Komisaris Utama PT Net Mediatama Televisi Wishnutama Kusubandio (paling kanan) dalam pertemuan petinggi SofBank dengan Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta Pusat. Foto: Istimewa.
Komisaris Utama PT Net Mediatama Televisi Wishnutama Kusubandio (paling kanan) dalam pertemuan petinggi SofBank dengan Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta Pusat. Foto: Istimewa.

Menerka Menteri Muda dari Gelagat Jokowi

Nasional kabinet jokowi
Yogi Bayu Aji, Dheri Agriesta, Damar Iradat • 19 Agustus 2019 14:28
Jakarta: Presiden Joko Widodo memastikan Kabinet Kerja Jilid II bakal diisi segelintir generasi muda. Kawula muda dimasukkan ke kabinet menteri karena dinilai lincah dalam mengeksekusi program. Namun, masih menjadi teka-teki siapa orang muda yang akan dipercaya membantunya di kabinet.
 
Seperti biasa, Jokowi hanya memberi teka-teki. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu mematok usia menteri muda di pemerintahan 2019-2024 berada di antara 25 hingga 35 tahun. Rentang usia ini masih masuk dalam lingkup generasi milenial, yakni kelahiran 1981–1997.
 
"(Akan) ada menteri yang usianya 25 (tahun), di bawah 30 (tahun), dan di bawah 35 tahun," kata Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Rabu, 14 Agustus 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Teka-teki Jokowi ini lantas menjadi pembicaraan luas. Jokowi mengaku menerima 60 nama calon menteri muda. Dari sana, dia mengecek kembali kemampuan para nama yang masuk ke kantongnya.
 
Kepala Negara menyoroti betul kemampuan manajemen para calon yang diusulkan, baik dari partai politik maupun kalangan profesional. Lantas, muncullah diksi dari Jokowi yang tak ingin sang menteri sekadar pintar. Diksi ini menjadi teka-teki kedua.
 
Jokowi pun menemukan menteri muda yang bakal menjadi motor pembangunannya lima tahun ke depan. Namun, dia masih irit bicara soal nama menteri yang dimaksud.
 
Baca: Parpol Diminta Setop Kirim CV ke Istana
 
Dia hanya memastikan sang menteri muda bukan dari kalangan partai politik. "Mereka berasal dari profesional," ungkap Jokowi kembali menebar kuis.
 
Sosok menteri muda di kabinet Jokowi-Ma'ruf Amin pun menjadi buah bibir. Beberapa nama yang santer dikabarkan masuk bursa menteri. Medcom.id mencoba merangkum sejumlah calon menteri muda berdasarkan teka-teki yang diberikan Jokowi.
 
Tentu, kami juga memperhitungkan seberapa kerap para calon menteri itu bertemu Presiden. Baik di istana maupun pada sebuah pertemuan di luar istana.
 
Berikut nama-nama tersebut:

Menerka Menteri Muda dari Gelagat Jokowi

Presiden Joko Widodo didampingi Sekretaris Kabinet Pramono Anung menerima kedatangan CEO Bukalapak Achmad Zaky di Istana Merdeka, Jakarta. Foto: MI/Ramdani.

1. Achmad Zaky

Achmad Zaky bukan nama asing di dunia digital. Pria kelahiran Sragen, Jawa Tengah, 24 Agustus 1986, ini adalah pendiri sekaligus CEO dari situs e-commerce Bukalapak.com.
 
Pada Kamis, 21 Juli 2016, Zaky menerima tanda kehormatan Satyalancana Wira Karya dari Presiden. Penghargaan itu diberikan karena pengusaha berusia 32 tahun ini dianggap bisa menjadi teladan bagi publik.
 
Presiden pun sempat menghadiri peringatan hari ulang tahun (HUT) ke-9 Bukalapak Kamis, 10 Januari 2019. Jokowi menekankan soal potensi usaha kecil menengah yang selama ini menjadi fokus Bukalapak.
 
Namun begitu, Zaky sempat dihujani kritik lantaran kicauannya soal dana riset pemerintah di tengah panasnya Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Pernyataannya dipermasalahkan karena menyinggung harapannya kepada presiden baru atas masalah dana riset yang dianggap kecil.
 
Bukalapak menjadi korban kontroversi ini. Seruan uninstall aplikasi jual beli ini kencang berembus di dunia maya. Zaky pun sampai dipanggil ke Istana Kepresidenan, Sabtu, 16 Februari 2019.
 
Namun, Jokowi justru tak memasalahkan masalah ini. Dia tak mau isu ini mengganggu bisnis e-commerce Indonesia. Kepala Negara bahkan meminta publik mengurungkan niat menghapus aplikasi Bukalapak dari ponselnya.
 
"Kita harus dorong. Dorong anak-anak muda yang memiliki inovasi, memiliki kreativitas untuk maju," jelas Jokowi.
 
Menerka Menteri Muda dari Gelagat Jokowi
Nadiem Makarim, Pendiri Gojek Indonesia, berpose di Call Center Gojek Indonesia di Jalan Ciasem I Nomor 36, Jakarta Selatan. Foto: MI/Panca Syurkani.

2. Nadiem Makarim

Gojek rasanya menjadi aplikasi andalan di ponsel Jokowi. Pasalnya, dalam beberapa kesempatan, Jokowi memuji aplikasi buatan Nadiem Makarim ini.
 
Pada Mitra Juara Gojek 2019, di Ancol, Jakarta, Kamis, 11 April 2019, contohnya, Jokowi mengaku sempat memesan sate untuk dikirim ke Istana Bogor, Jawa Barat. Dia pun senang Gojek yang menjadi decacorn pertama Indonesia.
 
"Saya ingin ucapkan selamat terlebih dulu kepada Gojek yang menurut CB Insight telah menjadi decacorn pertama di Indonesia. Dengan valuasi lebih dari USD10 miliar," kata Jokowi.
 
Dukungan Jokowi ke Gojek juga terlihat dengan kehadirannya dalam peluncuran Gojek di Vietnam, September 2018. Dia mengucapkan selamat sang bos Gojek karena berhasil membawa aplikasinya ke dunia internasional.
 
Nadiem memang cukup sukses dalam mengembangkan usaha di dunia digital. Berbekal tangan dinginnya, dia ikut mendirikan Zalora Indonesia, menjadi chief innovation officer (CIO) Kartuku, hingga merintis Gojek pada 2011.
 
Pria yang genap berusia 35 pada Kamis,4 Juli 2019, sempat diisukan masuk PDI Perjuangan pada akhir Juli 2019. Namun, kabar itu dibantah Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto.
 
Menerka Menteri Muda dari Gelagat Jokowi
Direktur Penggalangan Pemilih Millenial Tim Kerja Nasional (TKN) Jokowi-Amin Bahlil Lahadalia (kiri) di Posko Cemara, Jakarta. Foto: MI/Susanto.

3. Bahlil Lahadalia

Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi), Bahlil Lahadalia, ikut masuk dalam calon jajaran pembantu Jokowi-Ma’ruf. Pria kelahiran Banda, Maluku Tengah, Maluku, 7 Agustus 1976, memang punya pengalaman cukup komplet.
 
Bahlil berasal dari keluarga sederhana. Ayahnya seorang kuli bangunan, sedangkan ibunya tukang cuci. Walaupun dari usia tak tergolong sebagai calon menteri muda, kemampuan pria 43 tahun di bidang organisasi dan usaha cukup mentereng.
 
Lulusan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Port Numbay Jayapura, Papua, ini aktif di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) sejak muda. Kini, dia hingga memiliki 10 perusahaan di bawah PT Rifa Capital.
 
Presiden Joko Widodo juga mengakui Bahlil memiliki kapabilitas manajerial dan eksekusi program yang baik. Dia menilai Ketua Tim Penggalangan Pemilih Muda di Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf itu layak berada di kabinet.
 
“Dilihat dari samping, dilihat dari atas sampai bawah, cocok jadi menteri. Pinter membawa suasana," kata Jokowi di berbuka puasa bersama Hipmi, Minggu, 26 Mei 2019.
 
Menerka Menteri Muda dari Gelagat Jokowi

Komisaris Utama PT Net Mediatama Televisi Wishnutama Kusubandio (kedua dari kanan) seusai keterangan pers Festival Gapura Cinta Negeri di Gedung Utama Kemensetneg, Jakarta. Foto: Antara/Dhemas Reviyanto.


4. Wishnutama Kusubandio

Komisaris Utama PT Net Mediatama Televisi Wishnutama Kusubandio cukup dekat dengan Istana beberapa tahun terakhir. Pria yang malang melintang di dunia pertelevisian Tanah Air itu sempat ikut dalam beberapa agenda negara.
 
Wishnutama didapuk menjadi direktur kreatif pesta pembukaan Asian Games 2018. Buah tangannya membuat pembukaan persta olahraga 5 tahunan tingkat Asian itu dianggap yang terbaik dunia internasional.
 
Wishnutama juga sempat ikut dalam pertemuan Presiden Jokowi dengan Presiden Direktur SoftBank Masayoshi Son di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Senin, 29 Juli 2019. Yang menarik di pertemuan itu, Wishnutama duduk di jajaran pejabat negara, selayaknya menteri.
 
Dia berada di dalam barisan Presiden, Menteri Koordiantor Kematiriman Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong. Dia duduk diapit Pratikno dan Pramono.
 
Sementara itu, para tamu berada di seberangan Jokowi dengan dipisahkan meja panjang. Barisan itu diisi Son dan pendiri Tokopedia William Tanuwijaya.
 
Namun, soal peluang menjadi menteri, jebolan Norwich University, Amerika Serikat, masih menepisnya. Pria kelahiran Jayapura, Papua, 4 Mei, 49 tahun silam itumenegaskan tak pernah berbicara politik dengan Kepala Negara.
 
"Saya enggak punya cita-cita jadi menteri," kata Wishnu, Sabtu, 17 Agustus 2019, di Kompleks Istana.
 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif