Ilustrasi Pemilu. Foto: Medcom.id.
Ilustrasi Pemilu. Foto: Medcom.id.

PKPU e-Rekap Rampung Akhir Desember 2019

Nasional Pemilu Serentak 2020
Cindy • 02 Desember 2019 13:09
Jakarta: Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengebut penyusunan peraturan KPU (PKPU) terkait e-Rekap. Sistem rekapitulasi suara berbasis teknologi elektronik itu bakal diterapkan pada Pilkada 2020.
 
"Kita sedang memberikan waktu kepada tim teknis menyusun desain e-Rekap mulai akhir Desember ini mudah-mudahan rampung," ucap Komisioner KPU Viryan Aziz saat dihubungi Medcom.id, Senin, 2 Desember 2019.
 
Viryan mengatakan PKPU itu akan disampaikan ke Komisi II DPR. Setelah itu, KPU bakal menyosialisasikan kepada masyarakat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia mengungkapkan PKPU memuat e-Rekap sebagai sistem penghitungan resmi rekapitulasi suara. Rencananya, e-Rekap bakal diterapkan di beberapa wilayah saat Pilkada Serentak 2020.
 
E-Rekap merupakan sistem penghitungan rekapitulasi suara berbasis teknologi elektronik. Nantinya, pemungutan suara dan penghitungan suara di TPS tetap dilakukan manual.
 
"Plano yang besar itu (hasil penghitungan suara di TPS) disalin menjadi C1 kecil, nah C1 ini yang digitalisasi. Proses digitalisasi ini lah proses di tingkat kecamatan, kabupaten/kota dan provinsinya melalui proses elektronik," terang Komisioner KPU Pramono Ubaid Tanthowi beberapa waktu lalu.
 
Ketua KPU Arief Budiman mengungkapkan penerapan e-Rekap bisa mempersingkat tahapan rekapitulasi. Proses rekapitulasi saat ini dilakukan berjenjang, dimulai dari kecamatan, KPU kota atau kabupaten, provinsi, dan pusat.
 
Dia menuturkan durasi mengetahui hasil pemilu bisa dipangkas menjadi lima hari dari 35 hari. Kondisi kesehatan petugas juga bisa lebih terjamin mengingat beban kerja semakin ringan.
 
"Kemarin itu kan petugas bekerja sampai overtime. Karena tulis salinan yang begitu banyak. Makanya saya usulkan salinan dalam bentuk digital. Nanti ditulis di satu papan, lalu dipotret, klik langsung kirim. Hasil potretnya ke seluruh peserta pemilu. Finis. Tapi kan harus ditetapkan dalam regulasi," ungkap Arief.
 

(REN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif