Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro. (Foto: Medcom.id/Damar Iradat)
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro. (Foto: Medcom.id/Damar Iradat)

Jakarta Dinilai Tak Lagi Layak Jadi Ibu Kota

Nasional pemindahan ibukota dki jakarta
Damar Iradat • 29 April 2019 16:36
Jakarta: Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro membeberkan alasan Ibu Kota harus dipindah dari DKI Jakarta. Jakarta sudah tidak mampu lagi menampung beban sebagai pusat pemerintahan dan pusat ekonomi.
 
Menurut Bambang, salah satu faktor Jakarta sudah tak layak lagi menjadi ibu kota negara ialah kerugian ekonomi yang diakibatkan kemacetan. Data Bappenas menunjukkan kerugian negara akibat kemacetan Jakarta terus naik pada tahun ini dan mendekati angka Rp100 triliun.
 
"Kerugian perekonomian dari kemacetan ini data 2013 ini Rp65 triliun per tahun dan sekarang angkanya mendekati Rp100 triliun dengan semakin beratnya kemacetan di wilayah DKI Jakakarta," ujar Bambang dalam rapat terbatas terkait rencana pemindahan Ibu Kota yang digelar di Kantor Presiden, Jakarta, Senin, 29 April 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Banjir juga menjadi salah satu masalah yang harus diperhatikan. Apalagi, persoalan banjir tidak hanya berasal dari hulu tapi juga penurunan tanah di Pantai Utara dan kenaikan permukaan air laut.
 
Menurut Bambang, 50 persen wilayah Jakarta berkategori rawan banjir atau memiliki tingkat keamnan banjir di bawah 10 tahunan. Idealnya, kota besar keamanan banjirnya minimum 50 tahunan.
 
Baca juga:Presiden Pimpin Ratas Rencana Pemindahan Ibu Kota
 
Belum lagi soal penurunan permukaan air tanah di utara Jakarta sudah mencapai rata-rata 7,5 sentimeter per tahun. Menurut dia, permukaaan tanah di Jakarta sudah turun sampai 60 sentimeter pada 1989-2007.
 
"(Penurunan tanah) akan terus meningkat sampai 120 sentimeter, karena pengurasan air tanah, sedangkan air laut naik rata-rata 4-6 sentimeter karena perubahan iklim," ujar Bambang.
 
Ia menjelaskan faktor lain Jakarta sudah tak layak menjadi Ibu Kota ialah kualitas air sungai yang buruk. Menurutnya, 96% sungai di Jakarta tercemar berat, sehingga memiliki bahaya signifikan akibat sanitasi yang buruk.
 
"Karenanya dalam kajian ini kami mengusulkan pemikiran mengenai Ibu Kota baru yang mempresentasikan identitas bangsa," tegasnya.
 
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo ingin rencana pemindahan Ibu Kota dipersiapkan dengan baik. Sebab, menurutnya, dengan persiapan matang, maka gagasan besar negara akan bisa terwujud.
 
"Memindahkan ibu kota membutuhkan persiapan yang matang, detail, baik dari sisi fee dan lokasi yang tepat, termasuk memperhatikan aspek geopolitik, geostrategis, kesiapan infrastruktur pendukung dan juga soal pembiayaan," ujar Jokowi.
 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif