Presiden Jokowi memimpin rapat terbatas di Istana. (Foto: ANTARA/Akbar Nugroho Gumay)
Presiden Jokowi memimpin rapat terbatas di Istana. (Foto: ANTARA/Akbar Nugroho Gumay)

Presiden Pimpin Ratas Rencana Pemindahan Ibu Kota

Nasional presiden jokowi
Damar Iradat • 29 April 2019 14:16
Jakarta: Presiden Joko Widodo memimpin rapat terbatas mengenai rencana pemindahan Ibu Kota. Presiden ingin, rencana pemindahan Ibu Kota dikerjakan dengan serius.
 
Saat membuka ratas, Kepala Negara mengatakan, pemindahan Ibu Kota harus dilakukan secara visioner. Jangan sampai, rencana ini hanya menjadi rencana jangka pendek.
 
"Kita harus berbicara tentang kepentingan yang lebih besar untuk bangsa, negara, dan kepentingan visioner dalam jangka yang panjang sebagai negara besar dalam menyongsong kompetisi global," kata Jokowi di Kantor Presiden, Jakarta, Senin, 29 April 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut dia, rencana pemindahan Ibu Kota ini juga harus bisa menjawab sejumlah pertanyaan. Pertama, apakah di masa yang akan datang DKI Jakarta sebagai Ibu Kota negara mampu memikul dua beban sekaligus, yaitu sebagai pusat pemerintahan dan layanan publik sekaligus pusat bisnis.
 
Baca juga:Jokowi 'Pamer' Produk Lokal Lewat Instagram
 
Sebab, beberapa negara sudah mengantisipasi perkembangan negaranya yang akan datang dengan memindahkan pusat pemerintahannya. Jokowi lantas mencontohkan sejumlah negara yang sudah memindahkan Ibu Kota seperti Korea Selatan, Brazil, dan Kazakhstan.
 
"Contohnya banyak sekali, Korsel, Brasil, dan lain-lain. Kita ingin berpikir visioner untuk kemajuan negara ini," tuturnya.
 
Di sisi lain, Jokowi juga ingin agar rencana pemindahan Ibu Kota ini dipersiapkan dengan baik. Sebab, menurutnya, dengan persiapan matang, maka gagasan besar negara akan bisa terwujud.
 
"Memindahkan ibu kota membutuhkan persiapan yang matang, detail, baik dari sisi fee dan lokasi yang tepat, termasuk memperhatikan aspek geopolitik, geostrategis, kesiapan infrastruktur pendukung dan juga soal pembiayaan,"
 
Dalam rapat ini, turut hadir Wakil Presiden Jusuf Kalla, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Bambang Brodjonegoro, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Wiranto, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu.
 
Pemerintah berencana memindahkan Ibu Kota Indonesia dari Jakarta ke daerah lain di luar Jawa demi mengurangi tingkat kepadatangan yang sudah membludak di Jakarta. Kajian pemindahan Ibu Kota pun telah sampai ke tangan Presiden sejak tahun lalu.
 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif