PSI Sebut Oposisi Frustasi Hadapi Jokowi
Juru bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) bidang kepemudaan, Dedek Prayudi.
Jakarta: Juru bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) bidang kepemudaan Dedek Prayudi menyebut oposisi mulai frustasi menghadapi Presiden Joko Widodo. Hal itu terlihat dari sejumlah aksi yang menurut Dedek hanya mempermalukan para peserta.
 
Dedek mengungkapkan aksi pendukung #2019gantipresiden yang melakukan aksi unjuk rasa di depan gerai martabak Markobar seperti sekumpulan orang frustrasi.
 
"Kami iba dengan kelompok mereka yang sampai bela-belain melakukan aksi di depan warung martabak yang dimiliki oleh putra Pak Jokowi. Kami menilai mereka sudah frustrasi untuk menjatuhkan Pak Jokowi. Tapi sah-sah saja, UU kita membolehkan setiap warga negara permalukan diri di depan publik," kata Uki, sapaan akrab Dedek Prayudi.

Baca: Gerakan Ganti Presiden tak Mengkhawatirkan

Uki menambahkan, serangan-serangan kepada Jokowi oleh kelompok oposisi tidak akan menjatuhkan elektabilitas calon presiden petahana tersebut.
 
"Dulu jingle yang sarat kebohongan, lalu orasi-orasi pesimis tanpa data, lalu tuduhan-tuduhan personal yang tidak juga menurunkan elektabilitas Jokowi," ucap Uki.
 
Uki menyarankan oposisi menjawab kebutuhan demokrasi yang maju untuk berhasil menjadi pesaing Jokowi.
 
"Dunia sudah tidak seperti zaman kuda berjari lima. Demokrasi tumbuh seiring pertumbuhan tingkat sosio-ekonomi. Demokrasi di Indonesia menginginkan oposisi yang konstruktif. Oposisi yang menawarkan solusi bagi tantangan pembangunan. Bahkan, jadilah solusi itu sendiri. Semoga mereka paham pemikiran progresif," kata Uki.


Seperti diketahui peserta aksi jalan sehat yang digelar Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) di Solo, Jawa Tengah jadi sorotan, karena mereka menggunakan kaos #Gerakan2019gantipresiden. Mereka berkumpul di depan toko martabak Markobar yang dikelola putra sulung Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka.





(FZN)