Bawaslu tak Akan Tinggal Diam Kasus PSI Dihentikan
Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Ratna Dewi Pettalolo. Foto: Medcom.id/Siti Yona Hukmana
Jakarta: Kasus dugaan kampanye di luar jadwal Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dihentikan kepolisian. Pasalnya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyatakan PSI tidak melakukan tindak pidana pemilu.

Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Ratna Dewi Pettalolo mengaku tidak akan membiarkan begitu saja kasus PSI. Ia meyakini PSI melakukan pelanggaran. 

"PSI memenuhi unsur pelanggaran, karena bahaya kalau kita biarkan. Akan muncul ketidaktertiban di dalam pelaksanaan pemilu. Untuk apa ada tahapan kalau sekarang bisa berkampanye," kata Ratna di Media Center Bawaslu, Jalan M.H. Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis, 31 Mei 2018.


Satuan tugas (satgas) dan surat edaran mengenai tahapan kampanye juga tidak akan bermakna jika kasus PSI diloloskan begitu saja.  "Satgas, surat edaran seolah-olah kemudian dimentahkan dengan keterangan ini," ujar Ratna.

Keterangan itu maksud Ratna, yakni mengenai pernyataan Komisioner KPU Wahyu Setiawan yang mengatakan PSI tidak melakukan pelanggaran dalam tayangan iklan di Surat Kabar Jawa Pos pada Senin, 23 April 2018. Menurut Wahyu, PSI tidak termasuk sebagai metode sosialisasi dan pendidikan politik di internal partai politik.

Baca: Bawaslu Sayangkan Inkonsistensi KPU

Bertolak belakang dengan Wahyu, Ratna meyakini PSI melanggar. Hal itu, berdasarkan penjelasan kampanye pemilu yang diatur dalam Pasal 1 angka 35 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017. 

Peraturan itu menyatakan, pemilu dapat dikategorikan kampanye pemilu apabila terdapat salah satu unsur visi, misi, program dan/atau citra diri peserta pemilu.

"Tayangan gambar simbol parpol yang disertai dengam nomor urut peserta pemilu adalah termasuk dalam kegiatan pemilu. Sebab, memenuhi unsur meyakinkan pemilih dengan menawarkan citra diri peserta pemilu," ujar Ratna.

Ketua Bawaslu Abhan mengaku akan mengkaji lebih dalam kasus PSI. Termasuk pernyataan Wahyu Setiawan. 

"Kami nanti akan kaji secara mendalam apa langkah yang akan kami ambil atas ketidakkonsistenan Wahyu Setiawan," pungkas Abhan.



(DMR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id