Ilustrasi stunting. MI
Ilustrasi stunting. MI

Dibutuhkan Keterlibatan Semua Pihak Tekan Angka Stunting

Kautsar Widya Prabowo • 03 November 2021 21:04
Jakarta: Menekan angka stunting di Tanah Air harus menjadi kepedulian semua pihak. Sebab, bangsa yang tangguh dan unggul dapat dicapai melalui generasi muda yang cukup gizi.
 
"Kita harus bisa memastikan bahwa anak dan generasi muda kita mendapatkan gizi yang baik untuk memenuhi target pembangunan berkelanjutan," kata Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat (Rerie), saat membuka diskusi daring bertema Mewaspadai Kerawanan Gizi Anak Indonesia yang digelar Forum Diskusi Denpasar 12, Rabu, 3 November 2021.
 
Rerie menjelaskan tersisa waktu delapan tahun bagi Indonesia untuk memenuhi target pravelensi stunting di bawah 20 persen, sesuai standar organisasi kesehatan dunia (WHO). Hal tersebut sejalan dengan target pembangunan berkelanjutan untuk mengakhiri kelaparan pada 2030.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Rerie menyebut jumlah kasus stunting di Indonesia pada 2019 mencapai 27,67 persen. Angka itu, berhasil ditekan dari 37,8 persen pada 2013.
 
Baca: Putus Sekolah Jadi Salah Satu Penyebab Meningkatnya Angka Stunting
 
Namun, angka tersebut masih lebih tinggi dibandingkan dengan toleransi maksimal stunting yang ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yaitu kurang dari 20 persen. Terlebih, akibat pandemi covid-19 membuat pertambahan 1,12 juta keluarga prasejahtera yang berpotensi meningkatkan angka stunting.
 
"Dibutuhkan kerja keras semua pihak, para pemangku kepentingan dan masyarakat untuk menekan angka stunting di Tanah Air," jelasnya.
 
Sementara itu, Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo menyebut banyak hal yang menyebabkan angka stunting meningkat. Seperti tingginya angka putus sekolah, pernikahan muda, serta angka kematian ibu dan anak yang tinggi.
 
Hasto menjelaskan Indonesia harus menurunkan angka stunting mencapai 5 persen per tahun untuk memenuhi standar WHO. "Sebuah angka penurunan yang belum pernah terjadi selama ini. Ini tugas yang berat dan perlu dukungan semua pihak," ujar Hasto.
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif