Ilustrasi. Medcom.id.
Ilustrasi. Medcom.id.

Pasal 170 RUU Cipta Kerja Diminta Dihapus

Nasional Omnibus Law
Anggi Tondi Martaon • 19 Februari 2020 11:03
Jakarta: Anggota Fraksi Demokrat di DPR Didi Irawadi ingin Pasal 170 dalam omnibus law Rancangan Undang Undang (RUU) Cipta Kerja dihapus. Butir aturan dinilai berpotensi menabrak konstitusi.
 
"Jangan paksakan usulan yang salah fatal," kata Didi di Jakarta, Rabu, 19 Februari 2020.
 
Didi tak bisa menerima alasan salah ketik dari pemerintah. Eksekutif diduga sengaja memasukkan pasal yang membuat sebuah UU bisa dihapus hanya melalui Peraturan Pemerintah (PP).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Akui pasal itu memang keinginan pemerintah sejak awal, tetapi ternyata menubruk hierarki perundang-undangan," ungkap dia
 
Pemerintah diminta tidak mencari-cari alasan terkait polemik yang muncul akibat usulan butir aturan itu. Sebab, pasal tersebut substantif.
 
"Jadi clear dan jelas itulah keinginan sesungguhnya pemerintah sebagaimana yang tertuang dalam RUU Cipta Kerja tersebut," sebut dia.
 
Pemerintah juga disarankan merumuskan ulang RUU Cipta Kerja. Banyak aturan kontroversial dalam draf RUU dengan konsep omnibus law itu. "Jika ini (perbaikan) dilakukan jauh lebih elok dan terhormat," ujarnya.
 
Pasal 170 RUU Cipta Kerja Diminta Dihapus
Pemerintah menyerahkan draf omnibus law RUU Cipta Kerja kepada DPR. Foto: MI/Susanto
 
Draf omnibus law RUU Cipta Kerja banyak menuai kritik. Utamanya, dari kalangan buruh. Pasal 170 RUU Cipta Kerja juga banyak menuai protes. Sebab, poin dalam aturan itu dianggap menabrak konstitusi.
 
Pasal 170 yang dipermasalahkan berbunyi; dalam rangka percepatan pelaksanaan kebijakan strategis cipta kerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1), berdasarkan Undang-Undang ini Pemerintah Pusat berwenang mengubah ketentuan dalam Undang-Undang ini dan/atau mengubah ketentuan dalam Undang-Undang yang tidak diubah dalam Undang-Undang ini. Artinya, Presiden memiliki wewenang mengubah undang-undang tanpa melalui DPR.
 

(AGA)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif