Suasana Diskusi Cross Check by Medcom.id bertajuk 'Menimbang Kombatan ISIS Pulang'. Foto: Fachri Audhia Hafiez/Medcom.id
Suasana Diskusi Cross Check by Medcom.id bertajuk 'Menimbang Kombatan ISIS Pulang'. Foto: Fachri Audhia Hafiez/Medcom.id

Penolakan Eks ISIS Dinilai Jadi Risiko Politik

Nasional isis WNI Gabung ISIS
Fachri Audhia Hafiez • 09 Februari 2020 16:25
Jakarta: Pemerintah diminta segera menentukan sikapnya terkait warga negara Indonesia (WNI) eks ISIS. Penolakan terhadap pemulangan eks ISIS dinilai menjadi risiko politik.
 
"Nah kalau (penolakan) begitu maka risiko yang akan kita hadapi hanya risiko politik," kata pengamat terorisme dari Universitas Indonesia Ridlwan Habib dalam diskusi Cross Check by Medcom.id bertajuk 'Menimbang Kombatan ISIS Pulang' di Upnormal Coffee and Roasters, Jalan Wahid Hasyim, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu, 9 Februari 2020.
 
Menurut dia, pemerintah tak perlu menunggu hingga Mei 2020 untuk bersikap. Sebab, publik perlu kepastian. Media sosial pun sudah diisi dengan perdebatan perlu atau tidak pemulangan WNI eks ISIS.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Masyarakat awam ini berdebat kalau enggak setuju di-bully, setuju di-bully, ini muncul. Kalau ISIS secara diam-diam menyusun rencana baru, masyarakat berdebat tentang memulangkan atau tidak, kan yang repot Indonesia pasti kan," ujar Ridlwan.
 
Penolakan Eks ISIS Dinilai Jadi Risiko Politik
Kamp Al-Hol di Suriah menjadi tempat tinggal keluarga dari anggota ISIS. Foto: AFP
 
Anggota Komisi I DPR Willy Aditya meminta pemerintah mengaggap suara oposisi soal pro dan kontra wacana pemulangan WNI sebagai suara bising. Dia menegaskan partai koalisi pemerintah akan solid mendukung keputusan pemerintah.
 
Politikus Partai NasDem ini mengatakan penolakan WNI eks ISIS sejatinya telah ditegaskan oleh Presiden Joko Widodo. "Itu sikap politik beliau clear, bahwasanya ini tidak akan dipulangkan. Harusnya ini tidak jadi polemik, ini kejahatan kemanusiaan," ujar Willy.
 
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD mengatakan pemerintah telah membentuk tim untuk menggodok draf pemulangan eks ISIS. Rencana pemulangan eks ISIS baru diputuskan sekitar Mei atau Juni 2020.
 
Tim yang dipimpin Kepala Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) Komjen Suhardi Alius itu bakal menganalisis pro dan kontra setiap keputusan.
 


 

(AZF)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif