Anggota Komisi I DPR Willy Aditya (tengah) dalam diskusi Cross Check by Medcom.id bertajuk 'Menimbang Kombatan ISIS Pulang' di Upnormal Coffee and Roasters, Jalan Wahid Hasyim, Menteng, Jakarta Pusat. Foto: Fachri Audhia Hafiez/Medcom.id
Anggota Komisi I DPR Willy Aditya (tengah) dalam diskusi Cross Check by Medcom.id bertajuk 'Menimbang Kombatan ISIS Pulang' di Upnormal Coffee and Roasters, Jalan Wahid Hasyim, Menteng, Jakarta Pusat. Foto: Fachri Audhia Hafiez/Medcom.id

Berpikir Memulangkan WNI Eks ISIS Dinilai Kesesatan

Nasional isis WNI Gabung ISIS
Fachri Audhia Hafiez • 09 Februari 2020 11:46
Jakarta: Anggota Komisi I DPR Willy Aditya menilai berpikir memulangkan warga negara Indonesia (WNI) sebagai hal menyesatkan. Pertimbangan memulangkan WNI tidak melulu soal kemanusiaan.
 
"Secara pribadi, saya melihat berpikir untuk mengembalikan 600 ini saja sebuah kesesatan," kata Willy dalam diskusi Cross Check by Medcom.id bertajuk 'Menimbang Kombatan ISIS Pulang' di Upnormal Coffee and Roasters, Jalan Wahid Hasyim, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu, 9 Februari 2020.
 
Willy menegaskan terorisme merupakan kejahatan kemanusiaan. Mereka yang bergabung dengan kelompok teroris meninggalkan negaranya sebagai ekspresi ideologi voluntarisme.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Artinya, lanjut Willy, paham tersebut bentuk ideologi optimal untuk datang ke sebuah negara asing dengan tujuan tertentu dan berpikir berperang.
 
"Jangan kemudian kita memisahkan yang aktif efektif jadi pembangkang, dan ini perempuan dan anak jadi support system yang terpapar oleh sebuah ideologi tertentu. Jangan berpikir seperti itu," ujar Willy.
 
Berpikir Memulangkan WNI Eks ISIS Dinilai Kesesatan
Kamp Al-Hol di Suriah menjadi tempat tinggal keluarga dari anggota ISIS. Foto: AFP
 
Politikus Partai NasDem itu meminta fenomena ini tidak dilihat dari satu sisi. "Donald Trump (Presiden AS) yang selama ini permisif dengan ISIS, 'oh silahkan dia kembali ke negaranya', nah ini yang harus kita baca. Jadi membaca ini tidak bisa melihat satu hal tekstual, parsial, tidak. Dia punya dialektika kompleksitas yang benar-benar kita letakkan dengan fair," jelas Willy.
 
Menurut Willy, masih banyak WNI yang pantas dikembalikan ke Indonesia. Memulangkan eks ISIS hanya menerima penyakit baru.
 
"Kalau toh mau mengembalikan teman-teman imigran yang mendapat pelanggaran HAM, kekerasan. Itu yang lebih layak dikembalikan," pungkas Willy.
 
Ada sekitar 600 WNI eks ISIS yang berada di Suriah. Rinciannya, 47 WNI berstatus tahanan dan 553 WNI sebagian besar berada di kamp pengungsian.
 
Mereka akan dideportasi ke Indonesia. Namun, pemulangan mereka menuai polemik lantaran khawatir membawa paham radikal.
 

 

(AZF)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif