Menteri Kesehatan dr Terawan Agus Putranto menghadiri Sidang Kabinet Paripurna Pertama di Istana Merdeka, Jakarta. Foto: MI/Ramdani
Menteri Kesehatan dr Terawan Agus Putranto menghadiri Sidang Kabinet Paripurna Pertama di Istana Merdeka, Jakarta. Foto: MI/Ramdani

Terawan Tampung Aspirasi Soal Tembakau Alternatif

Nasional tembakau rokok elektrik
Damar Iradat • 21 November 2019 20:40
Jakarta: Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto untuk sementara ini belum berencana mengkaji produk tembakau alternatif. Namun, ia bersedia menerima masukan publik atas masalah tersebut.
 
"Nanti kita menampung dari semua lapisan masyarakat, apa yang mereka ini kan. Jangan malah menjustifikasi sesuatu untuk hal yang belum jelas," kata Terawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 21 November 2019.
 
Terawan mengatakan saat ini belum ada aturan baku yang mengatur soal tembakau alternatif. Terkait masalah ini, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) hanya akan mengikuti peraturan perundang-undangannya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Tidak mau saya terlibat sesuatu di luar peraturan perundang-undangan," ujar dia.
 
Dia tidak mau berkomentar lebih jauh soal pro dan kontra terkait produk tembakau alternatif, seperti rokok elektrik dan produk tembakau yang dipanaskan. Hal tersebut perlu didalami lebih lanjut.
 
Ketua Asosiasi Vaper Indonesia (AVI) Johan Sumantri ingin berdialog dengan Terawan terkait rencana revisi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau bagi Kesehatan. Hingga saat ini para asosiasi rokok elektrik belum diajak berdiskusi bersama untuk menyampaikan pendapatnya.
 
"Sebagai konsumen, kami ingin Bapak Menkes mendengar aspirasi kami agar bisa membuat keputusan yang tepat," kata Johan dalam keterangannya, Selasa, 19 November 2019.
 
Menurut dia, dengan berdialog langsung, Kemenkes akan memperoleh informasi yang akurat mengenai rokok elektrik dari sisi konsumen. Pasalnya, informasi yang beredar mengenai rokok elektrik saat ini lebih kepada sisi negatif produk itu.
 


 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif