Kepala BSSN Hinsa Siburian (tengah). Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez
Kepala BSSN Hinsa Siburian (tengah). Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez

RUU Keamanan Siber Dinilai Sangat Mendesak

Nasional cyber security kejahatan cyber
Fachri Audhia Hafiez • 23 Agustus 2019 13:27
Jakarta: Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) menilai Rancangan Undang-Undang (UU) Keamanan dan Ketahanan Siber sangat diperlukan. Negara perlu regulasi mengantisipasi kemungkinan serangan siber di masa mendatang.
 
"Karena memang UU ini kan yang membutuhkan rakyat. DPR melihat di lapangan, masalah siber ini telah berkembang sedemikian rupa, jadi DPR melihat kebutuhan yang sangat mendesak untuk rakyatnya," kata Kepala BSSN Hinsa Siburian di Kantor BSSN, Jalan Harsono RM 70, Ragunan, Jakarta Selatan, Jumat, 23 Agustus 2019.
 
Hinsa menjelaskan ada kekosongan pihak yang bertanggung jawab dan mengatasi serangan siber. Dengan RUU tersebut, BSSN akan menjadi leading sector yang mengatasi berbagai serangan siber.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kita harus mengetahui bahwa sasaran dari serangan siber itu ada dua yang pokok, yang bersifat fisik dan non fisik yang kaitannya tadi terkait infrastruktur critical ya. Jadi melihat misalnya sistem transportasi kita atau di-hack misalnya sistem perbankan kita, atau diserang sistem energi," ujar Hinsa.
 
Baca:RUU Ketahanan Siber Ditargetkan Rampung September 2019
 
Hinsa mengatakan BSSN akan berperan penting untuk menghalau berbagai ancaman keamanan negara berbasis siber. BSSN akan fokus terhadap ancaman di segi infrastruktur yang rentan melumpuhkan negara.
 
Ia mencontohkan negara Estonia yang lumpuh perekonomiannya karena serangan hacker. Belajar dari situ, BSSN tak ingin peristiwa tersebut terjadi di Indonesia.
 
BSSN membantah akan bertindak seperti penegak hukum. BSSN hanya fokus koordinasi dengan lembaga lain bila mendeteksi adanya ancaman siber.
 
"Lebih kepada mengamankan infrastrukturnya. Diharapkan kita bisa mengamankan, kita wadah koordinasi, kemudian kalau memang bisa diatasi oleh lembaga itu sendiri itu sangat bagus. Tapi jika ada yang tidak terlindungi nah kolaborasi kita untuk kerja sama," ujar Hinsa.
 

(AZF)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif