Aksi unjuk rasa kelompok Cipayung Plus. Foto: Istimewa.
Aksi unjuk rasa kelompok Cipayung Plus. Foto: Istimewa.

Kelompok Cipayung Plus Menolak Kenaikan Harga BBM hingga PPN

Arga sumantri • 08 April 2022 22:10
Jakarta: Organisasi mahasiswa yang tergabung dalam Organisasi Kepemudaan (OKP) Cipayung Plus menyatakan menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Mereka juga menyuarakan penolakan terhadap kenaikan harga bahan pokok dan pajak pertambahan nilai (PPN). 
 
"Ini adalah komitmen OKP Cipayung Plus untuk terus hadir bersama rakyat, mengawal suara rakyat," kata Ketua Ketua Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PP PMKRI) Beny Papa, dalam keterangannya, Jumat, 8 April 2022.
 
Pernyataan ini disampaikan dalam aksi di Patung Kuda, Jakarta. OKP Cipayung Plus menilai persoalan yang sedang dialami masyarakat hari ini harus diselesaikan pemerintah. OKP Cipayung Plus tidak mau terjebak dalam wacana yang sengaja dimainkan elite politik Tanah Air. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kami berharap pemerintah merespons aspirasi yang hari ini disuarakan oleh teman- teman Cipayung Plus," ujar dia.
 
Ia mengatakan keputusan pemerintah menaikkan harga BBM jenis Pertamax dan elpiji akan memengaruhi perekonomian nasional. Sekaligus, menyebabkan kenaikan harga produk lainnya. 
 
"Akan semakin menambah penderitaan rakyat yang pendapatannya belum pulih akibat pandemi covid-19," ungkap dia.
 
Sebelum kenaikan harga BBM dan elpiji, kata dia, masyarakat Indonesia dihadapkan dengan kenaikan harga beberapa komoditas pangan dan kelangkaan minyak goreng. Kondisi ini tidak bisa dipisahkan dari lambatnya pemerintah dalam mengantisipasi situasi global dan ketersediaan stok produksi dalam negeri. 
 
"Beberapa alasan pemerintah mengenai kelangkaan minyak goreng dan kenaikan harga pangan yang lain tidak terlepas dari ketergantungan terhadap impor dan minimnya peningkatan produksi dalam negeri," jelasnya.
 
Baca: Jangan Naikkan Harga Pertalite! Masyarakat Perlu Bernapas
 
Kemudian, kenaikan PPN menjadi 11 persen dinilai akan berdampak signifikan terhadap masyarakat sebagai konsumen atas barang yang dikonsumsi. Kenaikan PPN yang bersamaan dengan kenaikan harga komoditas pangan, BBM dan elpiji dinilai semakin menghimpit masyarakat di tengah pandemi covid-19.
 
"Kami melihat beberapa kebijakan ini jauh dari nilai keadilan bagi rakyat dan kurangnya sense of crisis dari pemerintah," ujar dia.
 
OKP Cipayung Plus pun tegas menolak kenaikan harga pangan, BBM, elpiji dan PPN karena semakin menyengsarakan rakyat. Organisasi ini juga mendorong pemerintah mempercepat swasembada pangan serta dan kedaulatan energi nasional.
 
OKP Cipayung Plus beranggotakan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), PMKRI, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) dan Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI). Kemudian, Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI), PP Himpinan Mahasiswa Buddhis Indonesia (HIKMAHBUDHI), Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) dan Pelajar Islam Indonesia (PII).
 
(AGA)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif