Wakil Presiden Maruf Amin. Dok Setwapres.
Wakil Presiden Maruf Amin. Dok Setwapres.

Wapres Cerita Berbagi Tugas dengan Presiden saat KTT G20

Kautsar Widya Prabowo • 19 November 2022 10:11
Semarang: Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin menjelaskan Presiden Joko Widodo (Jokwi) telah berbagi tugas dengannya selama proses Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali. Acara itu, kata Ma'ruf cukup dihadiri oleh Presiden Jokowi
 
Sedangkan, Ma'ruf mendapat tugas melakukan kunjung kerja ke Timur Tengah untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Perubahan Iklim COP 27 di Mesir. 
 
“Saya kebagian kemarin pergi ke Mesir, mengikuti sidang perubahan iklim, dan kemudian saya menunggu di Jakarta menghadiri berbagai (acara),” ujar Ma'ruf dalam keterangan tertulis, Jumat, 18 November 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun, Ma'ruf sempat terlibat dalam persiapan penyelenggaraan KTT G20 di Bali. Salah satunya, meninjau kesiapan mobil listrik dan pendukungnya yang digunakan oleh peserta G20.
 
"Saya melihat ke sana persiapan-persiapan di sana, untuk lihat persiapannya, baik itu tentang penyiapan mobil listrik, maupun stasiunnya (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum),” terangnya.
 
Lebih lanjut, Ma'ruf mengatakan Indonesia telah berhasil menyelenggarakan G20. Momentum tersebut juga digunakan untuk membangun kerja sama antarnegara menghadapi berbagai krisis.
 
"Termasuk soal-soal (kerja sama) energi kemudian juga soal-soal yang menyangkut finansial dan juga perubahan iklim bahkan juga kita ingin dan mengharapkan perang itu berhenti," jelasnya. 
 

Baca juga: Wapres Sebut Proses Sertifikasi Halal UMKM Masih Lambat


 
Sebelumnya, jubir Wapres Ma'ruf Amin, Masduki Baidlowi, mengatakan Ma'ruf sengaja tidak hadir dalam KTT G20, di Bali. Ma'ruf telah berbagi tugas dengan Presiden Jokowi.
 
"Wapres harus menjaga gawang di Jakarta dan banyak mendapat tugas-tugas pelimpahan dari Presiden (Jokowi)," ujar Masduki dalam konferensi pers di Istana Wakil Presiden, Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu, 16 November 2022.
 
Masduki menegaskan bekerja seirama dengan Presiden Jokowi tidak harus berada dalam satu lokasi. Terlebih apabila Wapres hadir di Bali, dinilai akan merepotkan sejumlah pihak dalam hal pengamanan.
 
"Kalau pengamanannya begitu ketat, banyak sekali kepala-kepala negara di dunia berkumpul di Bali. Lantas, Presiden dan Wakil Presiden dengan pegamanan yang sangat ketat juga di sana berkumpul di situ, saya kira juga merepotkan banyak orang," tutur dia.
 
(END)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif