Muhammad Ryano Satrya Panjaitan terpilih sebagai Ketua Umum DPP KNPI periode 2022-2025. Isitimewa.
Muhammad Ryano Satrya Panjaitan terpilih sebagai Ketua Umum DPP KNPI periode 2022-2025. Isitimewa.

Penetapan Ryano Panjaitan Sebagai Ketum Ditegaskan Sesuai AD/ART KNPI

Juven Martua Sitompul • 11 April 2022 11:40
Jakarta: Terpilihnya Muhammad Ryano Satrya Panjaitan sebagai Ketua Umum DPP KNPI periode 2022-2025 disambut baik berbagai organisasi kepemudaan (OKP) dan para Ketua DPD KNPI. Kongres XVI KNPI yang berlangsung di Jakarta pada 8-10 April 2022 dipastikan berjalan sesuai AD/AR.
 
Bahkan, syarat kongres diklaim sah. Apalagi, kongres dihadiri 213 OKP dan 34 pimpinan DPD KNPI.
 
"Terpilihnya Bung Ryano di kongres secara aklamasi sudah sesuai dan memenuhi syarat serta suara bulat, aklamasi. Jadi tidak boleh pihak lain yang mengatasnamakan lagi KNPI," kata Ketua Umum Ikatan Sarjana Al Washliyah (Isarah), Adheri Zulfikri Sitompul, kepada wartawan, Jakarta, Senin, 11 April 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Adheri menegaskan KNPI adalah wadah berhimpun kepemudaan. Sehingga, tidak boleh seseorang atau siapa pun mengatasnamakan secara pribadi.
 
"KNPI organisasi besar, KNPI bukan milik OKP tertentu, pribadi atau segelintir orang tapi milik OKP nasional. Jadi ngawur bilamana ada yang mengatakan tidak sah. Intinya tolok ukurnya dihadiri 213 OKP tingkat nasional dan 34 DPD KNPI, sehingga tidak ada lagi yang mampu menyatakan atau mengklaim di luar sana yang mengaku KNPI. Yang mengaku KNPI di sana itu tidak lagi didukung mayoritas OKP," kata Adheri.
 
Adheri merasa heran jika Haris Pertama masih mengaku sebagai Ketua Umum KNPI. Haris, kata dia, seharusnya bisa legawa menerima keputusan penetapan Ryano Panjaitan sebagai Ketua Umum DPP KNPI.
 
"Kita mau ketawa karena lucu sih, Haris masih mengaku Ketua Umum KNPI. Kan sudah jelas forum kongres penyatuan menghasilkan Bung Ryano secara aklamasi sebagai Ketum KNPI," tegas dia.
 
Baca: Ryano Panjaitan Terpilih Secara Aklamasi Sebagai Ketum DPP KNPI
 
Dia menegaskan Haris tidak lagi didukung mayoritas OKP. Bahkan, Tim 9 sudah melakukan pendekatan mengajak Haris bergabung demi masa depan pemuda Indonesia.
 
"Saya menduga karena sikap Bung Haris yang haus kekuasaan, jadi apa pun akan dilakukan dan suka main pecat tanpa mekanisme,” kata dia.
 
 
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif