Menteri Riset dan Teknologi (Menristek)/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang Brodjonegoro. ANT/Sigid Kurniawan
Menteri Riset dan Teknologi (Menristek)/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang Brodjonegoro. ANT/Sigid Kurniawan

Indonesia Kembangkan Dua Vaksin Virus Korona

Nasional penelitian Virus Korona Riset dan Penelitian
Anggi Tondi Martaon • 15 Juli 2020 02:31
Jakarta: Pemerintah Indonesia terus memaksimalkan sumber daya di dalam maupun luar negeri dalam mengembangkan vaksin virus korona (covid-19). Upaya penemuan vaksin dari dalam negeri dilakukan Lembaga Biologi Molekuler Eijkman.
 
"Lembga Eijkman itu fokus penelitiannya pada vaksin," kata Menteri Riset dan Teknologi (Menristek)/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang Brodjonegoro dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi IX DPR di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 14 Juli 2020.
 
Mantan Menteri Keuangan itu mengungkapkan vaksin yang dikembangkan oleh Eijkman dalam tahap uji coba kepada hewan. Dia menargetkan uji klinis dilakukan awal 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) diminta membantu uji klinis vaksin selama tiga bulan. Vaksin dalam negeri itu diharapkan bisa diproduksi massal pada pertengahan 2021.
 
(Baca: Uji Klinis Vaksin Covid-19 Diupayakan di Indonesia)
 
Pemerintah juga bergantung pada vaksin yang dikembangkan oleh Sinofak Bio Tek LTD. Ini merupakan kerja sama dengan perusahaan luar negeri yang diwakili PT Biofarma.
 
Bambang menyebut dalam pembuatan vaksin, Sinofak menguji virus yang menyebar di Wuhan, Tiongkok. Karakter virus korona tersebut memiliki kemiripan dengan virus yang mewabah di Indonesia.
 
"Jadi mudah-mudahan nanti yang dikembangkan oleh Sionofak juga ampuh dengan virus yang ada di indonesia," ungkap dia.
 
Bambang berharap kedua basis pengembangan virus tersebut lolos uji klinis. Setelah mendapatkan izin edar dari BPOM, hasil pengembangan vaksin diserahkan ke PT Biofarma untuk diproduksi massal.
 
"Diharapkan nanti pertengahan 2021 kita sudah punya vaksin yang diproduksi oleh pengembang dari luar negeri dan vaksin yang dikembangkan di dalam negeri," ujar dia.
 

(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif