Mahasiswa yang tergabung dalam Tim Peduli AIDS menunjukkan pin simbol AIDS saat melakukan aksi damai di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat. Foto: MI/Immanuel Antonius.
Mahasiswa yang tergabung dalam Tim Peduli AIDS menunjukkan pin simbol AIDS saat melakukan aksi damai di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat. Foto: MI/Immanuel Antonius.

Penderita AIDS Waswas Stok Obat Terbatas

Nasional hiv/aids
Muhammad Syahrul Ramadhan • 11 Januari 2019 09:51
Jakarta: Koordinator Ikatan Perempuan Positif Indonesia (IPPI) Baby Rivona waswas setelah pengadaan obat antiretroviral (ARV) fixed-dose combination (FDC) tenofovir, lamivudine, dan efavirenz (TLE) gagal di 2018. Obat itu sangat dibutuhkan penderita agar tetap sehat.
 
“Menghadapi situasi kekosngan ARV kami sangat ketakuan karena kami tahu bahwa ARV ini membuat hidup kami lebih panjang,” kata Baby di jakarta, Kamis, 10 Januari 2019.
 
Menurut dia, kekosongan itu terjadi sejak empat hingga enam bulan yang lalu. Sementara itu, obat itu perlu rutin dikonsumsi. “Kami tahu bahwa jika minumnya saja tidak patuh itu akan berdampak kami mengganti jenis rejimennya."

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Kejagung Usut Dugaan Korupsi Obat HIV/AIDS
 
Ia menjelaskan jika ada penggantian rejimen, tetapi kesiadiaanya nihil akan menyebabkan risiko fatal. “Kalau harus diganti dengan rejimen yang tidak tersedia bagaimana, yang tersedia saja nyaris tidak ada stoknya. Ancamannya adalah kematian."
 
Sementara itu, Kementerian Kesehatan berupaya mengatasi agar kekosongan obat ARV tidak terjadi dengan melakukan pengadaan darurat dari dana Global Fund. Pemerintah membeli langsung obat dari India sebanyak 220 ribu botol. Stok dipastikan aman hingga Oktober 2019.

 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif