Presiden Joko Widodo. ANT/Hafidz Mubarak A
Presiden Joko Widodo. ANT/Hafidz Mubarak A

Jokowi Sentil Rencana Pelonggaran PSBB

Nasional Virus Korona PSBB
Nur Azizah • 12 Mei 2020 10:27
Jakarta: Presiden Joko Widodo ingin wacana pelonggaran pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dipikirkan matang. Ia tak mau kebijakan itu justru menimbulkan masalah baru.
 
"Pelonggaran untuk PSBB agar dilakukan secara hati-hati dan tidak tergesa-gesa," kata Jokowi di Istana Negara, Jakarta Pusat, Selasa, 12 Mei 2020.
 
Kepala Negara memerintahkan wacana itu dikaji dan didasarkan pada data-data lapangan. Ia tak mau kebijakan tersebut salah langkah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Keputusan itu betul-betul adalah keputusan yang benar, hati-hati mengenai pelonggaran PSBB," tutur dia.
 
Sebelumnya, Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo meminta warga berusia kurang dari 45 tahun diberikan ruang untuk bekerja. Ini untuk menekan tingkat pemutusan hubungan kerja (PHK) di tengah covid-19 (korona).
 
(Baca: Epidemiolog Sebut Belum Waktunya Pelonggaran PSBB)
 
"Bapak Presiden telah menugaskan kepala gugus tugas untuk menyusun skenario yang berhubungan dengan upaya yang berhubungan keseimbangan. Kita tetap menjaga masyarakat untuk tidak terpapar virus korona tetapi juga kita harus berjuang secara keras agar masyarakat tidak terpapar PHK," kata Doni di Kantor Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Jakarta Timur, Senin, 11 Mei 2020.
 
Doni menyampaikan kelompok rentan terkena covid-19 berkisar pada usia 60 tahun ke atas. Kelompok usia ini memiliki risiko kematian sebesar 45 persen.
 
"Kemudian kelompok usia 46 tahun sampai dengan 59 tahun yang memiliki penyakit penyerta atau komorbit antara lain hipertensi, diabet, jantung, penyakit paru obstrasi kronis yang biasanya karena kebiasaan merokok juga rentan terkena korona," ujarnya.
 
Kepala BNPB ini menyampaikan kelompok usia 46 tahun ke atas memiliki risiko kematian hingga 40 persen. Adapun kelompok usia kurang dari 45 tahun memiliki mobilitas yang tinggi.
 
"Rata-rata kalau toh mereka terpapar, mereka belum tentu sakit. Mereka tidak ada gejala. Kelompok ini tentunya kita berikan ruang untuk bisa beraktivitas lebih banyak lagi, sehingga potensi terkapar karena PHK akan bisa kita kurangi," ujar dia.
 

(REN)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif