Pelang tanda check point pengawasan pelaksanaan PSBB ditempatkan di Jalan Ciledug Raya, Jakarta, Kamis, 23 April 2020. Foto: Antara/Hafidz Mubarak A
Pelang tanda check point pengawasan pelaksanaan PSBB ditempatkan di Jalan Ciledug Raya, Jakarta, Kamis, 23 April 2020. Foto: Antara/Hafidz Mubarak A

Epidemiolog Sebut Belum Waktunya Pelonggaran PSBB

Nasional Virus Korona PSBB
Kautsar Widya Prabowo • 12 Mei 2020 01:44
Jakarta: Pemerintah diminta tidak melonggarkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) pada Juni 2020. Pasalnya, perkembangan virus korona (covid-19) di Indonesia belum menujukan tren positif.
 
Epidemiolog Universitas Padjajaran, Bandung, Jawa Barat, Panji Fortuna Hadisoemarto, menjelaskan selama masih terdapat kasus aktif, potensi penyebaran virus selalu ada. Saat ini terdapat ratusan masyarakat yang terjangkit covid-19 setiap harinya.
 
"Istilahnya orang yang menular apinya, orang yang rentan itu bensinnya. Jadi kita enggak bisa aman membuka ekonomi sampai kasus aktifnya sedikit," kata Panji dalam diskusi virtual oleh Laporcovid-19, Senin,11 Mei 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia mencontohkan Institute of Health Metrics and Evaluation (IHME) menyebutkan Amerika Serikat dapat kembali membuka aktivitas masyarakat bila setiap negara bagian memiliki satu kasus aktif covid-19 per satu juta penduduk. Dengan perhitungan ini, DKI Jakarta baru bisa dianggap aman apabila hanya memiliki 10 kasus aktif.
 
Selain itu, data yang dipublikasikan pemerintah tidak menunjukan data waktu sebenarnya. Besar kemungkinan data penyebaran virus yang pertama kali muncul di Wuhan, Tiongkok, itu semakin meningkat di Tanah Air.
 
"Jadi menurut saya masih sangat berisiko untuk mengembalikan ke level normal," tutur Panji.
 
Panji menyarankan pemerintah menjelaskan secara jelas rencana pelonggaran PSBB. Salah satu yang disoroti yakni batasan yang telah disepakati untuk memutuskan aktivitas masyarakat dapat kembali normal.
 
"Batas kapan kita melonggarkan dan kapan kita mengetatkan (PSBB) itu harus disepakti dulu. Ini kayanya sudah maju mundur kebijakannya tapi batasnya belum jelas," imbuh dia.
 
Sementara itu, tahapan pemulihan ekonomi Indonesia telah beredar di publik. Pada tahap pertama Senin, 1 Juni 2020, industri dan jasa bisnis ke bisnis (B2B) dapat beroperasi dengan social distancing, memenuhi persyaratan kesehatan dan menjaga jarak. Toko, pasar, dan mal belum boleh beroperasi, kecuali toko penjual masker. Sektor kesehatan ful beroperasi, sedangkan kegiatan di luar ruangan hanya diperkenankam untuk berkumpul dua orang.
 
Pada Senin, 8 Juni 2020, toko, pasar, dan mal diperbolehkan beroperasi dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan dan toko tidak diperkenankan dalam keadaan ramai. Kegiatan usaha berkontak fisik belum diperbolehkan, sedangkan kegiatan di luar ruangan hanya diperkenankan untuk berkumpul dua orang.
 
Tahapan berikutnya Senin, 15 Juni 2020, toko, pasar, dan mal tetap seperti pada tahap dua, tetapi kegiatan usaha berkontak fisik mulai diperbolehkan dengan protokol ketat. Pembukaan museum dan tiket dijual secara daring. Sekolah tatap muka berlaku dengan proses sif dan kegiatan di luar ruangan mulai diperkenankan.
 
Epidemiolog Sebut Belum Waktunya Pelonggaran PSBB
 
Baca: Pemerintah Diminta Berani Melonggarkan PSBB di Awal Juni
 
Pada Senin, 6 Juli 2020, pembukaan yang dilakukan pada tahap ketiga dievaluasi dan ditambah pembukaan restoran, kafe, bar, gimnasium, dan sebagainya. Kegiatan di luar ruangan diperkenankan lebih dari 10 orang. Warga bisa bepergian ke luar kota dengan pembatasan dan kegiatan keagamaan dibuka dengan pembatasan.
 
Terakhir pada Senin, 20 Juli 2020, dan Senin, 27 Juli 2020, dilakukan evaluasi atas tahapan ketiga dan melakukan pembukaan dengan skala besar. Akhir Juli atau awal Agustus diharapkan seluruh kegiatan sektor perekonomian dibuka dengan tetap menjalani protokol kesehatan dan dilakukan evaluasi secara berkala hingga vaksin ditemukan.
 
Informasi lengkap tentang perkembangan penanganan pandemi covid-19 bisa langsung diakses di sini.
 

(OGI)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif