Ilustrasi PeduliLindungi/Medcom.id
Ilustrasi PeduliLindungi/Medcom.id

Tudingan AS soal Pelanggaran HAM PeduliLindungi Disayangkan

Nasional Amerika Serikat Pelanggaran HAM DPR RI covid-19 pandemi covid-19 PeduliLindungi Penanganan Covid-19
Antara • 18 April 2022 13:13
Jakarta: Anggota Komisi IX DPR Rahmad Handoyo menilai tidak ada pelanggaran hak asasi manusia (HAM) dalam penggunaan aplikasi PeduliLindungi. Menurutnya, penggunaan aplikasi itu justru berhasil menekan kasus positif covid-19.
 
Dia merespons tudingan pemerintah Amerika Serikat yang menyebut Indonesia terindikasi telah melanggar HAM melalui aplikasi pelacakan covid-19 PeduliLindungi. Hal itu terungkap dari sebuah laporan resmi yang dikeluarkan Departemen Luar Negeri AS. Laporan ini menganalisis pelanggaran HAM di 200 negara pada 2021.
 
Rahmad mengatakan masyarakat tidak perlu memercayai laporan tersebut. Sebab, sampai saat ini Indonesia dinilai menjadi salah satu negara terbaik dalam menangani covid-19. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kalau ada yang mengatakan begitu (pelanggaran HAM), itu omong kosong. Aplikasi PeduliLindungi justru berhasil mengendalikan covid-19," kata Rahmad, seperti dilansir Antara, Senin, 18 April 2022.
 
Menurutnya, Indonesia sebagai negara berdaulat punya kewajiban melindungi rakyatnya dari paparan covid-19. Yang salah satu upayanya melalui aplikasi PeduliLindungi. Kebijakan ini pun mendapat dukungan dari masyarakat.
 
Rahmad mengatakan keberhasilan Indonesia mengendalikan covid-19 justru diapresiasi banyak negara, termasuk oleh AS. Bahkan, pemerintah AS pernah meminta Indonesia menjelaskan kiat-kiat mengendalikan pandemi.
 
"Jadi (AS) pikirkan negara mereka sendiri. Penggunaan PeduliLindungi hak kita sebagai bangsa berdaulat memberikan perlindungan dari ancaman covid-19," kata dia.
 
Baca: Kominfo Jamin Tidak Ada Kebocoran Data di PeduliLindungi
 
Juru Bicara Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi mengatakan, sepanjang 2021 hingga 2022, aplikasi PeduliLindungi telah mencegah 3.733.067 orang dengan status merah (vaksinasi belum lengkap), memasuki ruang publik. Aplikasi ini juga mencegah 538.659 upaya orang yang terinfeksi covid-19 melakukan perjalanan domestik atau mengakses ruang publik tertutup.
 
“Aplikasi PeduliLindungi turut berkontribusi pada rendahnya penularan covid-19 di Indonesia dan berperan besar dalam menekan laju penularan saat gelombang varian Delta dan Omicron," ujar Siti Nadia.
 
Ia menambahkan penggunaan aplikasi PeduliLindungi secara masif berdampak positif untuk melakukan kebijakan surveilans. Kementerian Kesehatan memastikan sistem elektronik PeduliLindungi aman. Bersama Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) dan Kementerian Kesehatan menerapkan sistem pengamanan berlapis, yaitu pengamanan aplikasi, pengamanan infrastruktur (termasuk pusat data), dan pengamanan data terenkripsi.
 
(UWA)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif