Scan aplikasi PeduliLindungi di setiap tempat menjadi salah satu hal yang akan diterapkan di masa pandemi. Foto: MI/Agus Utantoro
Scan aplikasi PeduliLindungi di setiap tempat menjadi salah satu hal yang akan diterapkan di masa pandemi. Foto: MI/Agus Utantoro

Kominfo Jamin Tidak Ada Kebocoran Data di PeduliLindungi

Nasional Kominfo Amerika Serikat Pelanggaran HAM PeduliLindungi
Faustinus Nua • 17 April 2022 19:40
Jakarta: Direktur Jenderal (Dirjen) Aplikasi Informatika, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Semuel Abrijani Pangerapan menegaskan tidak ada kebocoran data di aplikasi PeduliLindungi. Hal tersebut menjawab tudingan Amerika Serikat (AS) yang menyebut ada potensi pelanggaran hak asasi manusia (HAM) dalam penggunaan aplikasi tersebut.
 
"Tidak ada kebocoran data di PeduliLindungi. Sampai saat ini tidak ada yang melaporkan hal itu," ujarnya dilansir Media Indonesia, Minggu, 17 April 2022.
 
Semuel memastikan Kominfo terus mengawasi penggunaan aplikasi tersebut. Sehingga, masyarakat yang menggunakannya bisa merasa nyaman tanpa harus khawatir data pribadi dimanfaatkan oleh pihak yang tak bertanggung jawab.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kominfo memastikan bahwa berbagai dugaan kebocoran data di aplikasi yang digunakan hampir semua masyarakat Indonesia itu tidak benar. "Kominfo mengawasi apabila ada kejadian kebocoran data,"  jelas dia.
 
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD juga membantah tudingan tersebut. "Aplikasi PeduliLindungi yang diluncurkan sejak 2020, telah membantu Pemerintah dalam menekan kasus penularan covid-19," ujar Mahfud dilansir Antara, Jumat, 15 April 2022.
 
Dia menjelaskan perlindungan terhadap HAM harus dilakukan secara menyeluruh. Artinya, bukan hanya secara individu, tetapi juga hak kolektif masyarakat.
 
"Dalam konteks ini, negara harus berperan aktif mengatur. Itulah sebabnya kami membuat program PeduliLindungi yang sangat efektif membantu menurunkan penularan infeksi covid-19 sampai ke jenis (varian) Delta dan Omicron," ungkap dia.
 
(DEV)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif