Anggota Komisi II Luqman Hakim. Dok. DPR
Anggota Komisi II Luqman Hakim. Dok. DPR

Kerawanan PNS Terpapar Radikalisme Sudah Mengkhawatirkan

Sri Utami • 16 Maret 2022 14:18
Jakarta: Radikalisme menjadi tahap terpendek untuk menjadi teroris telah menyusup ke banyak segmen masyarakat. Bahkan, potensi bahaya masuknya paham radikal ke unsur pegawai negeri sipil (PNS) atau aparatur sipil negara (ASN), TNI, Polri, Majelis Ulama Indonesia (MUI), hingga partai politik, sudah sangat mengkhawatirkan.
 
"Mereka jika menemukan momentum yang tepat bisa bergerak serentak, bukan hanya mengacaukan stabilitas dan keamanan, tetapi juga bisa menggoyang-goyang keutuhan NKRI," ujar anggota Komisi II Luqman Hakim, saat dihubungi, Rabu, 16 Maret 2022.
 
Dia meminta pemerintah tidak menganggap sepele masalah radikalisme dan terorisme. Sehingga perlu dilakukan penyaringan yang ketat terhadap PNS, TNI, dan Polri untuk memetakan pengaruh ideologi radikal dan terorisme sampai pada masing-masing individu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Setelah itu dibuat kategori keterpengaruhan, sehingga dapat dikelompoklan siapa-siapa yang masih bisa disembuhkan atau dinormalisasi dan siapa-siapa yang harus diamputasi dari institusinya," ungkap dia.
 
Menurut dia, rekrutmen calon ASN, Polri, dan TNI harus mampu mendeteksi pengaruh ideologi radikal dan terorisme. Selain itu, tidak boleh ada toleransi bagi yang telah terpapar ideologi radikal dan terorisme untuk diterima pada ketiga instansi negara tersebut.
 
"Setelah ASN, Polri, dan TNI dilakukan pembersihan dari paham radikal dan terorisme, giliran berikutnya adalah partai-partai dan ormas-ormas, serta elemen masyarakat lainnya," ujar dia.
 
Baca: Polisi: 15 PNS Ditangkap karena Kasus Terorisme
 
Sebelumnya, Polri mengungkapkan PNS sangat rawan dirasuki paham yang disebarkan oleh kelompok teroris. Hingga 2022, ada 15 PNS yang menjadi tersangka atau narapidana kasus terorisme.
 
(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif