Menteri Pertahanan Prabowo Subianto. Foto: Antara/Irfan Maulana
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto. Foto: Antara/Irfan Maulana

Prabowo Sebut Banyak Pedemo Belum Mafhum UU Ciptaker

Nasional Omnibus Law Demo Tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja
Selamat Saragih, Media Indonesia.com • 13 Oktober 2020 21:05
Jakarta: Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, meyakini masih banyak pedemo yang ikut dalam aksi demonstrasi menolak Undang-Undang Cipta Kerja (UU Ciptaker) tak mafhumisi UU tersebut. Mayoritas pedemo dinilai asal ikut dan terpengaruh berita bohong atau hoaks.
 
"Jadi banyak sekarang ini, yang kemarin demo belum baca hasil omnibus law itu, dan banyak hoaks. Banyak hoaks di mana-mana," kata Prabowo, Jakarta, Selasa, 13 Oktober 2020.
 
Prabowo meminta para buruh tidak emosional menyikapi UU Ciptaker. Dia mengingatkan hoaks sangat mungkin diciptakan oleh orang luar agar Indonesia pecah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Cara-cara seperti itu adalah politik adu domba yang ingin memecah belah Indonesia. "Saya punya suatu keyakinan ini berasal dari luar negeri, ada kekuatan asing negara tertentu yang tidak pernah suka Indonesia aman dan maju," kata dia.
 
Menteri Pertahanan itu menilai banyak tokoh merasa apa yang dilakukannya benar sehingga berpotensi membuat kegaduhan. Tokoh-tokoh itu tidak menyadari, mereka terpengaruh adu domba dari luar.
 
"Saya katakan dari ratusan tahun lalu, selalu kita diadu domba. Ini yang harus kita sadari bersama," ujar dia.
 
Baca: UU Cipta Kerja Dinilai Percepat Pertumbuhan UMKM
 
Prabowo menyebut masih ada birokrasi berbelit yang sengaja dilakukan oknum petugas. Cara pelayanan lama ini menghambat kemajuan bangsa kita.
 
Prabowo meminta buruh bijak melihatUU Ciptaker. Pimpinan buruh memang berhak dan bertugas untuk memperjuangkan nasib para buruh. Namun juga harus realistis dengan kondisi yang terjadi sekarang.
 
Saat ini, kata Prabowo, Indonesia sedang susah atau krisis akibat pandemi covid-19. Dalam krisis seperti itu, harus ada cara untuk mempercepat kebangkitan ekonomi. Satu cara yang dilakukan adalah dengan UU Ciptaker.
 
"Para pemimpin buruh punya kewajiban untuk bela kepentingan buruh tetapi jangan emosional, jangan cepat marah, jangan mudah membikin aksi massa sehingga munculnya vandalisme. Kalau nanti yang dibakar sarana umum, itu kan dibangun uang rakyat untuk kepentingan rakyat," kata Prabowo.
 
(JMS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif