Hasto: Prabowo Tak Paham Dasasila Bandung
Sekretaris TKN KIK Hasto Kristiyanto/Medcom.id/Adin
Jakarta: Prabowo Subianto tak paham sejarah. Sekretaris Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Ma'ruf Amin Hasto Kristiyanto menyebut Pernyataan Prabowo yang tak mempersoalkan pemindahan Kedutaan Besar Australia dari Tel Aviv ke Yerusalem tak sesuai Dasasila Bandung.

"Berbekal semangat Dasasila Bandung, puluhan negara merdeka karena mereka percaya, sebagaimana Indonesia, bahwa kemerdekaan adalah hak bangsa," tegas Hasto melalui keterangan tertulis, Sabtu, 24 November 2018.

Hasto menjelaskan, Bandung, Jawa Barat, menjadi saksi sejarah dunia ketika Konferensi Asia Afrika (KAA) berlangsung pada 1955. Dasasila Bandung yang lahir melalui pertemuan petinggi-petinggi negara tersebut menjadi dasar kemerdekaan sejumlah negara saat itu.


Sikap calon presiden nomor urut 02 yang tak menentang sikap Australia sangat memprihatinkan. Sekjen PDI Perjuangan itu menyebut sejak 1955, Presiden Sukarno telah menerima Palestina bergabung pada KAA.

Itu menunjukkan Indonesia selalu berada di samping Palestina. Pemimpin negara setelah Sukarno seharusnya mengambil langkah serupa.

"Sikap Prabowo itu nyata-nyata berbeda dengan apa yang diperjuangkan Bung Karno dan nyata-nyata berbeda dengan apa yang telah diperjuangkan Presiden Jokowi," ucap dia.

Baca: Ucapan Prabowo Merusak Hubungan Indonesia Palestina

Sebelumnya, Prabowo mengatakan Indonesia harus menghormati keputusan Australia yang ingin memindahkan kedutaan besarnya di Israel dari Tel Aviv Ke Yerusalem. Prabowo menilai Australia memiliki hak memutuskan kehendaknya sebagai negara merdeka yang berdaulat.
 
"Aussie merupakan negara independen dan berdaulat, maka kita harus hargai keputusan mereka," kata Prabowo saat menghadiri Indonesia Economic Forum di Hotel Shangri-La Jakarta, Rabu, 21 November 2018.



(OJE)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id