Sektor Migas Perlu Berkolaborasi di Era Revolusi Industri 4.0

Whisnu Mardiansyah 05 November 2018 16:05 WIB
Revolusi Industri 4.0
Sektor Migas Perlu Berkolaborasi di Era Revolusi Industri 4.0
Pemimpin Redaksi Medcom.id Abdul Kohar (tengah). Foto: Medcom.id/Whisnu Mardiansyah.
Jakarta: Era revolusi industri 4.0 merambah semua sektor, tak terkecuali di ranah industri minyak dan gas (migas). Sektor migas di Indonesia pun tak bisa berjalan sendiri tanpa bantuan negara asing. Apalagi dengan gencarnya teknologi di sektor ini. 

"Ciri-ciri industri 4.0 kan kolaborasi. Terkait isu di bidang migas kolaborasi itu penting. Dari berbagai stakeholder jangan sedikit-sedikit isunya yang muncul ini nasionalisme," kata Pemimpin Redaksi Medcom.id Abdul Kohar dalam Seminar Nasional ''Perspektif Media Dalam Kebijakan Komunikasi Sektor Migas di Era Industri 4.0" di kampus STIKOM InterStudi, Jakarta Selatan, Senin, 5 November 2018.

Menurut dia, teknologi yang dimiliki Indonesia di sektor migas, tak bisa dimungkiri, belum cukup mumpuni. Padahal, kebutuhan akan cadangan minyak baru mendesak di tengah ketersediaan cadangan minyak yang kian menipis. 


"Kita ini butuh investasi asing. Apalagi migas bukan sektor yang teknologinya mudah. Ini rumit dan berbiaya besar," kata Kohar.

Indonesia, kata dia, perlu berkolaborasi dengan negara asing yang punya teknologi lebih canggih. Dengan begitu, Indonesia bisa melakukan alih teknologi dan mengeksplorasi cadangan minyak baru. 

Baca: Pemda Diminta Meninggalkan Cara Kerja Manual

"Kita harus bekerja sama menemukan cadangan minyak baru, mengeksplorasi kemungkinan-kemungkinan," ujar dia. 

Pemerintah pun diminta mendukung dengan mempermudah proses perizinan eksplorasi. Ia berharap kebutuhan sektor migas tak dipolitisasi sehingga stabilitas investasi di sektor ini berjalan. 

"Tidak ada isu yang aneh-aneh. Misal, karena investasi asing kita tutup saja sekarang. Enggak bisa begitu. Ketika opini yang muncul faktual dan benar, tugas SKK Migas lebih ringan, tinggal mengawasi stakeholder di daerah," kata Kohar.





(OGI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id