Presiden Joko Widodo (kedua kiri) dan Wakil Presiden Maruf Amin (tengah) berjalan bersama Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh (kiri) saat menghadiri penutupan Kongres II Partai Nasdem dan HUT ke-8 Partai Nasdem. Foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso
Presiden Joko Widodo (kedua kiri) dan Wakil Presiden Maruf Amin (tengah) berjalan bersama Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh (kiri) saat menghadiri penutupan Kongres II Partai Nasdem dan HUT ke-8 Partai Nasdem. Foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso

Kado Terindah untuk NasDem

Nasional hut nasdem Kongres NasDem
Media Indonesia • 12 November 2019 06:45
Jakarta: Pengamat politik UIN Adi Prayitno menilai pertemuan ketiga tokoh antara Presiden Joko Widodo, Ketua Umum PDIP Megawati, dan Ketua Umum Surya Paloh dalam perayaan HUT ke-8 Partai NasDem berjalan dengan hangat dan cair. Menurut dia, pertemuan tiga tokoh itu menjadi kado terindah bagi NasDem.
 
Menurut Adi, suasana itu sekaligus menepis anggapan publik yang menganggap hubungan partai koalisi pemerintah ini retak. Adi melihat ada irisan sejarah hubungan personal antara Surya Paloh dan Megawati yang menurutnya tidak bisa digantikan oleh peristiwa politik apa pun.
 
"Kalau saya melihatnya itu bagian dari dinamika pertemanan antara Surya Paloh, Megawati, dan Jokowi," kata Adi, di Jakarta, Senin, 11 November 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Adi menjelaskan, segitiga hubungan antara ketiganya tidak bisa digariskan hitam putih. Menurut dia, kejadian antara ketiganya dalam beberapa waktu terakhir merpakan saling sindir antar teman.
 
"Berbeda dengan orang yang baru kenal. Makanya kita bisa melihat suasana malam ini begitu cair, terlihat happy, diajak ngomong," ujar dia.
 
Ia melanjutkan, Megawati dengan Surya Paloh meski terlihat bersitegang, mereka punya riwayat kemesaraan yang tidak bisa sederhana bisa diputus. Surya Paloh dianggap sebagai salah satu sosok yang masih mau berkunjung dan berkomunikasi dengan Mega.
 
"Semasa orde baru, yang saat itu Mega cukup dimusuhi. Satu irisan sejarah yang tidak bisa digantikan peristiwa politik apa pun," tutur dia. (Fathurrozak)
 

 

(DMR)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif