Suasana diskusi di kawasan Kebon Sirih, Jakarta Pusat. (Foto: Medcom.id/Faisal Abdalla)
Suasana diskusi di kawasan Kebon Sirih, Jakarta Pusat. (Foto: Medcom.id/Faisal Abdalla)

Koalisi Jokowi-Ma'ruf Minta Gerindra Tetap Jadi Oposisi

Nasional pdip partai gerindra kabinet jokowi kabinet kerja
Faisal Abdalla • 20 Juli 2019 17:06
Jakarta: Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Effendi Simbolon tak setuju dengan wacana masuknya Partai Gerindra ke dalam koalisi pemerintahan Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Gerindra disarankan tetap dalam gerbong oposisi.
 
Effendi menilai masyarakat akan semakin apatis dengan demokrasi dan partai politik jika Gerindra masuk ke dalam barisan pemerintah. Sebab, partai akan dianggap tak konsisten.
 
"Lebih baik parpol konsisten, kalau dia berlawanan berarti dia berbeda visi. Wong berbeda, air dan minyak enggak mungkin bisa bersatu," kata Effendi dalam sebuah diskusi di kawasan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Sabtu, 10 Juli 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Effendi menyarankan sebaiknya kubu Jokowi tak perlu terlalu meladeni keinginan oposisi. Yang terpenting menurut dia adalah membangun harmonisasi antara koalisi dan oposisi meski saling berbeda pandangan.
 
Selain itu, Effendi juga menilai Gerindra akan menjadi duri dalam daging bila masuk koalisi. Gerindra bisa menghambat program Nawa Cita Jokowi bila ikut dalam gerbong pemerintah.
 
Baca juga:Gerindra Disarankan Tetap Jadi Oposisi
 
"Yang kita yakini yaitu program Nawa Cita pak Jokowi, itu yang akan kita teruskan di periode yang akan datang bersama teman-teman di koalisi. Kalau kemudian kita mengakomodasi (oposisi), (Nawa Cita) akan dipengaruhi oleh kebijakan dari luar yang kita juga tak tahu justifikasinya seperti apa," ujarnya.
 
Senada, politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Maman Immanulhaq juga tak sependapat jika Gerindra masuk koalisi Jokowi. Dia menyebut hal itu dapat menyakiti relawan-relawan yang selama ini berjuang memenangkan pasangan Jokowi-Ma'ruf.
 
Maman yang juga menjabat sebagai direktur relawan Tim Kampanye Nasional (TKN) ini menyebut relawan sudah bekerja keras selama satu tahun penuh untuk memenangkan Jokowi-Ma'ruf. Termasuk berhadapan dengan narasi-narasi yang dibangun oposisi, seperti tudingan kecurangan.
 
"Menurut saya ini sangat menyakiti juga teman-teman relawan dan ini akan menganggu demokrasi," ujarnya.
 
Baca juga:Profesional Nonparpol Diprediksi Mendominasi Kabinet Jokowi
 
Sebaliknya, dia mengatakan esensi dari pertemuan Jokowi dan Prabowo di gerbong MRT bukanlah menyatukan pihak koalisi dan oposisi dalam gerbong besar. Melainkan koalisi dan oposisi tetap dalam gerbong berbeda, namun berjalan pada rel yang sama.
 
"Itu pesan simbolik dari seorang Jokowi bahwa kita satu rel menjaga konstitusi dan NKRI. Gerbong kita tetap berbeda, ada yang di eksekutif ada yang di oposisi. dan kita menanti ada visi misi yang sama dengan teman-teman Gerindra, PAN, dan sebagainya untuk menguatkan republik ini, itu poinya," ujar Maman.

 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif