Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

Parpol Mesti Belajar dari Putusan Sengketa Pilbup Sabu Raijua

Nasional mahkamah konstitusi kpu partai politik pilkada serentak Sengketa Pilkada Pemilu Serentak 2020
Fachri Audhia Hafiez • 15 April 2021 22:40
Jakarta: Mahkamah Konstitusi (MK) telah memutuskan Pemilihan Bupati (Pilbup) Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur (NTT), 2020, digelar ulang. Hal ini imbas calon Bupati Sabu Raijua nomor urut dua Orient P Riwu Kore yang tersandung masalah dwi kewarganegaraan.
 
Peneliti Konstitusi dan Demokrasi (KoDe) Inisiatif, Muhammad Ihsan Maulana, menilai permasalahan itu mesti menjadi pelajaran bagi partai politik (parpol). Khususnya, dalam mengusung pasangan calon (paslon) kepala daerah.
 
"Menjadi pembelajaran bagi parpol yang harus cermat dalam menjaring bakal paslon kepala daerah. Sebelum memutuskan untuk memberikan rekomendasi kepada paslon yang maju pemilihan kepala daerah," ujar Ihsan dalam keterangan tertulis, Kamis, 15 April 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ihsan menyambut baik putusan MK yang mengharuskan pemungutan suara ulang (PSU) dan mendiskualifikasi Orient. Sebab, Orient terbukti memiliki dua kewarganegaraan, yakni Indonesia dan Amerika Serikat (AS).
 
Putusan MK, kata Ihsan, menjadi refleksi bagi bakal paslon kepala daerah untuk jujur dalam pencalonan. Asas kepemiluan, yakni langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil harus ditegakkan.
 
"Kasus Orient menunjukkan, ada asas jujur yang diingkari dalam aspek syarat pencalonan yang dilanggar. Sehingga mengakibatkan diskualifikasi sekalipun paslon tersebut menang," ujar Ihsan.
 
Baca: Terbukti Berkewarganegaraan AS, MK Diskualifikasi Orient-Thobias
 
PSU di Kabupaten Sabu Raijua dipandang tak mudah. Selain kawasan tersebut dalam tahap pemulihan pascabencana alam, pandemi covid-19 yang belum berakhir juga masih menjadi tantangan pemilihan.
 
"Tantangan lain adalah ketersediaan anggaran PSU yang harus menjadi perhatian pemerintah daerah Sabu Raijua agar pelaksanaan PSU berjalan optimal," ujar Ihsan.
 
MK menganulir kemenangan paslon Pilbup Sabu Raijua 2020 nomor urut dua Orient P Riwu Kore dan Thobias Uly. Orient terbukti memiliki paspor AS yang aktif sampai 2027.
 
Secara faktual, Orient juga memiliki paspor Indonesia dan KTP elektronik. Orient memiliki dua kewarganegaraan yang bertentangan dengan syarat pemilihan di Indonesia. Yakni, harus memiliki kewarganegaraan tunggal.
 
(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif