Pengamat militer Connie Rahakundini Bakrie dalam program Crosscheck #FromHome by Medcom.id bertajuk 'Terungkap! Selain Mister M, Ada Industri Pertahanan Bayangan', Minggu, 9 Mei 2021.
Pengamat militer Connie Rahakundini Bakrie dalam program Crosscheck #FromHome by Medcom.id bertajuk 'Terungkap! Selain Mister M, Ada Industri Pertahanan Bayangan', Minggu, 9 Mei 2021.

Rancangan Perpres Disebut Memuat Pengeluaran untuk Alutsista Rp1.760 Triliun

Nasional alutsista tni tni kendaraan militer Crosscheck
Fachri Audhia Hafiez • 09 Mei 2021 14:12
Jakarta: Sebuah rancangan Peraturan Presiden (Perpres) disebut mengatur soal pengeluaran untuk alat utama sistem persenjataan (alutsista) dengan nilai yang fantastis. Pengeluaran itu untuk periode 2020-2024.
 
"Saya pegang dokumen, yaitu rancangan Perpres. Bayangkan rancangan Perpres langsung, bagaimana spending (pengeluaran) Rp1.760 triliun," ujar pengamat militer Connie Rahakundini Bakrie dalam program Crosscheck #FromHome by Medcom.id bertajuk 'Terungkap! Selain Mister M, Ada Industri Pertahanan Bayangan', Minggu, 9 Mei 2021.
 
Menurut Connie, nilai tersebut lebih besar 10 kali lipat dari anggaran pertahanan yang semestinya. Anggaran tersebut juga harus habis hingga 2024.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Connie menuturkan Perpres yang memuat lengkap road map sistem pertahanan nasional secara umum belum diketahui DPR. Padahal, penggunaan anggaran negara dalam berbagai kegiatan seharusnya mendapat persetujuan DPR.
 
"Saya lebih terkejut belum DPR tahu rencana Perpres (yang ada) di tangan saya, (padahal) detail itu," ucap Connie.
 
Baca: KSP: Fenomena Mafia Alutsista 'Mr M' Sudah Lama Ada
 
Di samping itu, Connie meyakini pengadaan alutsista dengan nilai Rp1.760 triliun akan berbenturan dengan berbagai hal. Misalnya, proyek kerja sama pengadaan kapal selam.
 
Awalnya, Indonesia bekerja sama dengan Korea Selatan untuk pengadaan 12 kapal selam hingga 2024. Namun, tiba-tiba ada perubahan arah kebijakan dan memilih kapal selam buatan Prancis, Scorpene.
 
Menurut Connie, perubahan arah pengadaan tidak semudah yang dibayangkan. Banyak hal yang berbenturan akibat kerja sama sebelumnya.
 
"Area yang dibangun di PT PAL itu sudah ukurannya untuk kapal selam Korea, semua perlengkapan pendidikan, latihan itu untuk kapal selam Korea. Ini yang saya bilang, bikin alutista itu enggak bisa kayak bikin kue tinggal pindah loyang lalu selesai," ucap Conny.
 
Road map mengenai sistem pertahanan, kata Conny, harus terukur jelas. Mulai dari kebutuhan hingga arah sistem pertahanan yang bakal dibangun dan diunggulkan Indonesia.
 
"Bukan dari besaran spending yang harus dihabiskan 2024. Itu yang saya kaget," kata Connie.
 
(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif