Menteri Sosial Tri Rismaharini Medcom.id/Amal
Menteri Sosial Tri Rismaharini Medcom.id/Amal

21 Juta Penerima Bansos Tunai Covid-19 Dibekukan Kemensos

Nasional dana bansos Virus Korona Bansos Kementerian Sosial pandemi covid-19
Candra Yuri Nuralam • 02 Mei 2021 07:23
Jakarta: Kementerian Sosial (Kemensos) terus menyaring data penerima bantuan sosial (bansos) tunai covid-19. Sebanyak 21 juta data penerima bansos tunai dibekukan Kemensos.
 
"Karena ada 21 juta yang kita tidurkan, kami meminta daerah-daerah untuk melakukan usulan tambahan untuk bisa kita tampung dan kita berikan bantuan," kata Menteri Sosial Tri Rismaharini di Jakarta, Sabtu, 1 Mei 2021.
 
Risma menjelaskan 21 juta orang itu tercatat sebagai penerima bansos tunai ganda. Data mereka harus dibekukan agar penyaluran bansos tunai lebih akurat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kemensos juga terus memperbaiki data penerima bansos tunai agar bisa tepat tujuan. Pemerintah mempersilahkan kepala daerah memberikan masukan untuk pemberian bansos tunai ke warganya.
 
"Dari usulan daerah kurang lebih hanya lima juta yang diusulkan yang kepala keluarganya dari kami," ujar Risma.
 
Baca: Kemensos Gandeng KPK Hingga Kejagung Pelototi Distribusi Bansos
 
Risma mengatakan usulan kepala daerah dibutuhkan untuk memperbaiki data pemberian bansos covid-19. Sebab, pemerintah daerah lebih paham dengan rakyatnya ketimbang pemerintah pusat
 
Menurut Risma, pembenahan data ini tidak mudah. Kemensos masih kesulitan mendata penduduk yang membutuhkan di daerah pedalaman.
 
"Ada enam daerah, itu yang kita tidak bisa, laterlek (tidak ditemukan) sekali dengan data kependudukan," tutur Risma.
 
(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif