Ilustrasi uang. MI Ramdani
Ilustrasi uang. MI Ramdani

KSP: Pemulihan Ekonomi Indonesia Bergerak Positif

Nur Azizah • 02 Februari 2021 08:26
Jakarta: Kantor Staf Presiden (KSP) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia berangsur naik. Kenaikan tampak dari beberapa indikator mulai dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK), indeks manufaktur, penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR), neraca perdagangan, hingga pelaksanaan vaksinasi.
 
“Indikator-indikator tersebut menunjukkan pemulihan ekonomi mulai bergerak positif,” kata Deputi III Bidang Perekonomian KSP, Panutan S. Sulendrakusuma, dalam keterangan tertulis, Jakarta, Selasa, 2 Februari 2021.
 
Berdasarkan survei konsumen Bank Indonesia IKK bergerak ke level 96,5 pada Desember 2020, dari sebelumnya di level 92,0 pada November 2020. Peningkatan IKK mengindikasikan konsumen optimistis terhadap pemulihan ekonomi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Panutan menjelaskan penguatan tersebut terlihat baik di kategori pengeluaran dan tingkat pendidikan. Data diperoleh melalui survei di 14 kota di Indonesia.
 
Survei menunjukkan Bandar Lampung, DKI Jakarta, dan Denpasar menduduki posisi tertinggi pada IKK. "Naiknya IKK pada kota-kota tersebut didukung oleh menguatnya ekspektasi masyarakat terhadap pemulihan ekonomi dan ketersediaan lapangan kerja,” ujar Panutan.
 
Indeks manufaktur atau Purchasing Managers Index (PMI) Manufaktur juga naik. PMI Manufaktur berada pada level 51,3 pada Desember 2020, bergerak positif menjadi 52 pada Januari 2021.
 
(Baca: Ekonomi Kuartal I-2021 Diprediksi Masih Kontraksi Akibat PPKM)
 
Menurut Panutan, naiknya PMI Manufaktur mengindikasikan adanya aktivitas yang lebih ekspansif. Kondisi ini juga menunjukkan naiknya permintaan yang berpengaruh pada aktivitas produksi.
 
“Secara nasional ini merupakan berita yang sangat bangus, mengingat sektor manufaktur berkontribusi 21 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) 2019,” ungkap Panutan.
 
Penyaluran KUR juga tumbuh positif. Penyaluran dana KUR sudah mencapai 100 persen atau setara dengan Rp190 triliun pada 2020. Menurut Panutan, penyaluran KUR tergolong sukses, sehingga bisa membangkitkan aktivitas perekonomian masyarakat dan mendongkrak daya beli.
 
“Terutama dari sektor pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menguasai lapangan pekerjaan dan berkontribusi besar terhadap perekonomian,” jelas Panutan.
 
Ia menyampaikan neraca perdagangan mencatat surplus sebesar US$21,74 miliar. Padahal, total ekspor secara kumulatif dari Januari hingga Desember 2020 turun 2,61 persen menjadi US$163,31 miliar.
 
"Adapun indikator yang terakhir dilihat dari pelaksanaan vaksinasi yang mulai berlangsung pada 13 Januari 2021. Ini memunculkan optimisme sendiri bagi masyarakat dan pelaku usaha,” kata Panutan.
 
Panutan berharap dengan berbagai indikator tersebut, keyakinan masyarakat bisa terbangun kembali. Namun dia tetap mengingatkan penerapan protokol kesehatan berupa 3M (memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun) dan praktik 3T (tracing, testing, dan treatment) tetap harus berjalan agar pemulihan ekonomi bisa lebih baik ke depan.
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif