Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani (jaket hitam). Dok. Humas BP2MI
Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani (jaket hitam). Dok. Humas BP2MI

Negara Menyatakan Perang Melawan Pengiriman Migran Ilegal

Nasional tki
Kautsar Widya Prabowo • 07 Juni 2020 12:19
Jakarta: Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani menegaskan akan memberantas perusahaan pengirim pekerja migran Indonesia (PMI) secara ilegal. Praktik kotor tersebut sudah lama menjamur.
 
"BP2MI menyatakan perang melawan sindikasi ilegal pekerja. Saya akan menjadi panglima(nya)," ujar Benny kepada Medcom.id, Minggu, 7 Juni 2020.
 
Bennny mengatakan keselamatan PMI akan terancam selama praktik ilegal masih beroperasi. Negara harus hadir untuk melindungi PMI.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Pekerja migran (korban kekerasan) tidak pernah ilang, sepanjang pengiriman ilegal terus dibiarkan dan negara tidak hadir," tuturnya.
 
Benny memastikan akan mengeluarkan kebijakan tegas untuk menjaga keselamatan PMI. Salah satunya dengan membentuk satuan tugas (satgas) pemberantasan pengiriman PMI ilegal.
 
"Membentuk satgas dari pusat sampai di daerah-daerah, kita punya 23 unit pelayanan teknis (UPT) BP2MI di daerah," jelasnya.
 
Satgas akan bekerja sama dengan beberapa pihak untuk memastikan dapat berjalan secara efektif. Seperti beberapa kementerian, lembaga, TNI, Polri, dan pemerintah daerah.
 
"Ini perang besar misinya suci, tidak cukup BP2MI sendiri," tegasnya.
 
Baca: BP2MI Telusuri Kekerasan TKI di Arab Saudi
 
Sebelumnya, BP2MI menelusuri kasus penganiayaan PMI, Ika Sulastri, di Riyadh, Arab Saudi. Ika mengalami batuk berdarah hingga mimisan akibat kerap membawa beban berat.
 
Ika diduga dikirim ke Arab Saudi secara ilegal. Pengiriman Ika ke Arab Saudi melanggar Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) Nomor 260 Tahun 2015 tentang Penghentian dan Pelarangan Penempatan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) pada Pengguna Perseorangan di Negara-Negara Kawasan Timur Tengah.
 
(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif