Ilustrasi: Medcom.id
Ilustrasi: Medcom.id

BP2MI Telusuri Kekerasan TKI di Arab Saudi

Nasional tki
Kautsar Widya Prabowo • 04 Juni 2020 21:05
Jakarta: Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) menelusuri kasus penganiayaan pekerja migran Indonesia (PMI), Ika Sulastri, di Riyadh, Arab Saudi. Ika mengalami batuk berdarah hingga mimisan akibat kerap membawa beban yang berat.
 
Kepala BP2MI Benny Rhamdani menjelaskan sejak awal proses pengiriman Ika ke Arab Saudi sudah melanggar Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) Nomor 260 Tahun 2015 tentang Penghentian dan Pelarangan Penempatan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) pada Pengguna Perseorangan di Negara-Negara Kawasan Timur Tengah. Pengiriman Ika dinilai ilegal.
 
"Dia berangkat 16 Januari 2020. Maka pihak yang memberangkatkan melanggar Permenaker karena banyak laporan eksploitasi, kekersan, pelanggaran HAM (hak asasi manusia), gaji enggak dibayar sesuai kontrak (di Timur Tengah)," kata Benny kepada Medcom.id, Kamis, 6 Juni 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Benny menjelaskan pada Rabu, 5 Juni 2020, Ika sempat berkomuniksai melaporkan kekerasan yang dialami. Namun, pada hari ini Ika tidak lagi dapat dihubungi BP2MI.
 
BP2MI, kata Benny akan memberikan perlindungan sepenuhnya kepada Ika untuk bisa mendapatkan rasa aman dan nyaman. PMI perlu diperlakukan secara hormat.
 
"Kita akan melindungi mereka dari ujung rambut sampai ujung kaki. Kita pastikan negara hadir," tegas dia.
 
Benny sudah berkomunikasi dengan Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (APJATI) untuk menelusuri PT Elshafah Adi Wiguna Mandiri. Perusahaan yang mengirim Ika segera ditindak tegas.
 
"Kami tidak akan pernah kompromi siapa pun yang melakukan tindak kejahatan pengiriman PMI unprosedural," imbuh dia.
 
Baca: 31 Tahun Hilang Kontak di Arab, Carmi Disambut Tangis Bahagia
 
Dalam potongan percakapan pesan singkat WhatasApp, Ika Sulastri melaporkan kekerasan yang dialaminya. Ika menyebut luka setelah melahirkan secara sesar pada sembilan tahun lalu kembali meradang lantaran harus turun naik tangga dengan membawa beban yang berat.
 
Ika sudah mengajukan berhenti bekerja. Namun, ia harus membayar denda enam rial. Selain itu, kekerasan fisik lain sering dialaminya. Dia mengaku diludahi hingga dijewer majikan yang menyebabkan luka yang serius.
 
(OGI)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif