Banyak Politikus ‘Pengangguran’
Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie (ketiga kiri). Foto: Antara/Muhammad Adimaja.
Jakarta: Politikus di Indonesia dinilai banyak yang pengangguran. Mereka tidak mengetahui apa yang harus dilakukan untuk rakyat dan belum memiliki apa yang akan diperjuangkannya.
 
Aktivis Perempuan dan HAM Tunggal Pawestri mengatakan, banyaknya politikus yang menggunakan jalur hukum jelang Pemilu 2019 menunjukkan politikus itu belum memiliki apa yang akan diperjuangkannya.
 
"Banyak politikus yang aneh-aneh kerjanya cuma ngelapor-laporin, karena tidak ada tahu apa yang dia perjuangkan sebetulnya. Mungkin sehari-hari dia mantau siapa lagi yang bisa dilaporin ke polisi. Dan, sakit kepala kalau enggak ada yang bisa dilaporin," kata Tunggal, Jumat, 16 November 2018.
 
Dia mencontohkan langkah politikus PAN Eggi Sudjana yang melaporkan Ketua Umum PSI Grace Natalie ke Bareskrim Polri atas tuduhan penistaan agama. Menurut Tunggal, tindakan Eggi tidak tepat.
 
“Ini menjadi lucu karena agama yang mana yang dinistakan? Menjelekkan kitab suci atau agama yang mana sampai ada laporan dugaan penistaan agama? Menurut saya ini lucu banget loh. Pendiri negara ini bisa digugat juga dong karena berideologi Pancasila dan menolak Indonesia jadi negara syariah,” kata Tunggal.

Baca: MUI Diminta Dorong Pemerintah Bubarkan PSI

Tunggal menyarankan Eggi Sudjana membaca diskusi Badan Penyelidikan Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI).  "Suruh Eggy baca diskusi BPUPKI, itu bisa banyak yang dituntut," ujar Tunggal.
 
Seperti diketahui, Ketua Umum PSI Grace Natalie mengatakan partainya menolak Perda Injil dan Syariah karena hukum di Indonesia harus universal berlaku untuk semua agama, tidak parsial.
 
Akibat ucapannya itu, Grace dilaporkan Eggi ke Bareskirm Polri karena dianggap sebagai penista agama.




(FZN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id