Presiden Joko Widodo. ANT/Hafidz Mubarak A
Presiden Joko Widodo. ANT/Hafidz Mubarak A

Jokowi Yakin Lembaga Pengelola Investasi Bisa Rebut Kepercayaan Internasional

Nur Azizah • 16 Februari 2021 12:13
Jakarta: Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut Indonesia terlambat membentuk Sovereign Wealth Fund (SWF) Indonesia atau Lembaga Pengelola Investasi (LPI). Namun, Jokowi yakin lembaga yang diberi nama Indonesia Invesment Authority (INA) itu bisa memperoleh kepercayaan di tingkat nasional maupun internasional.
 
Uni Emirat Arab, Tiongkok, Norwegia, Saudi Arabia, Singapura, Kuwait, dan Qatar sudah lebih dulu membentuk Sovereign Wealth Fund. Negara-negara itu sudah lebih dari 30-40 tahun memiliki lembaga yang mempunyai akumulasi dana pembiayaan pembangunan.
 
"Saya meyakini INA mampu mengejar ketertinggalannya dan mampu memperoleh kepercayaan nasional dan internasional," kata Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Selasa, 16 Februari 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


(Baca: Jokowi Perkenalkan Dewas dan Direksi Lembaga Pengelola Investasi)
 
Jokowi mengatakan INA mempunyai posisi strategis dalam percepatan pembangunan yang berkelanjutan. INA diyakini bisa meningkatkan dan mengoptimalkan nilai aset negara secara jangka panjang.
 
"INA mampu menyediakan alternatif pembiayaan bagi pembangunan nasional yang berkelanjutan," ujar dia.
 
Kepala Negara menuturkan INA mempu mengurangi kesenjangan pendanaan domestik dengan kebutuhan pembiayaan pembangunan. INA akan menjadi mitra strategis bagi para investor baik dari dalam negeri maupun dari luar negeri.
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif